Infokowasi.com – Petani milenial di Desa Margaluyu, yang saat ini koordinir oleh Iqbal Habibi, telah mengimplementasikan serangkaian program inovatif dalam pertanian yang tidak hanya berfokus pada hasil tani, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat. Dengan arahan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukaraja, mereka menjalankan program close loop yang berkelanjutan dan membentuk koperasi tani yang dikelola oleh petani milenial.
Iqbal Habibi saat ditemui di lokasi sortation & packing house menjelaskan, “Program close loop memungkinkan kami untuk mengurangi limbah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya yang ada. Kami mengolah limbah pertanian menjadi kompos, yang kemudian digunakan untuk pemupukan tanaman. Ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil tani kami.”
Dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, petani milenial wilayah desa margaluyu membentuk koperasi produsen tani yang didirikan berfungsi sebagai wadah bagi petani milenial untuk berkolaborasi.
“Koperasi ini membantu kami mendapatkan akses ke pasar yang lebih baik, serta menyediakan pelatihan dan dukungan teknis. Dengan kekuatan kolektif, kami dapat memperkuat posisi tawar kami di pasar,” tambah Iqbal.
Iqbal dan timnya menjalankan proses pertanian yang terintegrasi, mulai dari pemupukan hingga pemasaran. “Kami menggunakan pupuk organik untuk memastikan bahwa tanah kami subur. Setelah itu, kami memantau pertumbuhan tanaman dengan teknologi yang tepat, sehingga kami dapat menentukan waktu panen yang optimal,” jelasnya.
Hasil panen kemudian dipasarkan melalui jaringan yang telah dibangun, menjangkau e-commerce dan swalayan baik dari dalam maupun luar kota. “Sayuran segar kami telah mendapatkan perhatian dari berbagai penjual. Kami berkomitmen untuk menyediakan produk berkualitas tinggi yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen,” kata Iqbal.
Iqbal menekankan pentingnya membangun jaringan yang solid dengan berbagai stakeholder. “Kami bekerja sama dengan pemerintah, akademisi, dan sektor swasta untuk menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi pertanian dan perekonomian lokal,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah inovatif ini, petani milenial di Desa Margaluyu tidak hanya mengembangkan usaha pertanian yang berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan masyarakat secara keseluruhan.
“Kami ingin menjadi contoh bahwa pertanian dapat menjadi pilar ekonomi yang kuat,” tutup Iqbal.
Robi









