Infokowasi.com – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa komitmen energi Indonesia–Amerika Serikat tidak menambah volume impor, melainkan mengalihkan sebagian sumber pasokan guna menjaga stabilitas energi di tengah dinamika global.
Di saat yang sama, Indonesia tetap konsisten menjalankan kebijakan hilirisasi dan pembatasan ekspor bahan mentah demi meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang difinalisasi Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump, mencakup peningkatan pembelian energi hingga USD15 miliar serta penguatan kerja sama mineral kritis dan energi bersih.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional, mengamankan rantai pasok, serta mendorong transisi energi yang berkelanjutan.









