Infokowasi.com – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-47 tingkat Kabupaten Sukabumi yang berlangsung khidmat sejak 4 hingga 7 Mei 2026 kini memasuki tahap krusial. Di balik kemegahan panggung dan syahdu lantunan ayat suci, terdapat proses penilaian yang sangat ketat dan objektif yang dikawal oleh para ahli di bidangnya.
Sekretaris Umum Dewan Hakim, Drs. H. Dian Rudiana, M.M., menjelaskan bahwa proses menjaga kualitas lomba telah dimulai jauh sebelum hari H. Pembentukan Dewan Kehakiman dilakukan melalui seleksi kompetensi yang matang hingga akhirnya mereka dilantik dan diambil sumpah jabatan secara resmi.
“Sumpah jabatan bukan sekadar seremonial, melainkan janji integritas. Kami memastikan bahwa setiap Dewan Hakim yang bertugas memiliki kredibilitas tinggi untuk menjamin objektivitas di setiap cabang lomba,” ujar H. Dian saat ditemui di sela-sela agenda monitoring harian.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Koordinator Dewan Hakim, Drs. H. Sudanta, M.M., memaparkan bahwa penilaian dilakukan secara berjenjang. Setiap cabang perlombaan memiliki kriteria penilaian spesifik yang disesuaikan dengan standar nasional LPTQ, mulai dari aspek tajwid, fashahah, keindahan suara, hingga kedalaman pemahaman isi kandungan Al-Quran.
Menurut H. Sudanta, proses dari hari pertama hingga hari terakhir pada 7 Mei ini berjalan sangat lancar. “Alhamdulillah, koordinasi antara panitia dan tim penilai sangat solid. Tidak ada kendala berarti yang mengganggu jalannya musabaqah,” ungkapnya.
Salah satu momen paling menentukan adalah Sidang Pleno. H. Sudanta menggambarkan suasana sidang ini sebagai ruang diskusi yang sangat dinamis namun tetap dalam koridor keilmuan yang santun.
“Dalam sidang pleno, Dewan Hakim dan Dewan Juri berkumpul untuk menyatukan persepsi dan merekapitulasi hasil akhir. Kami membedah nilai satu per satu untuk menentukan pemenang di setiap cabang. Suasananya penuh ketelitian karena kami memikul tanggung jawab besar untuk memutuskan siapa yang layak mewakili Kabupaten Sukabumi ke tingkat yang lebih tinggi,” tambah H. Sudanta.
Menutup rangkaian kegiatan, kedua tokoh Dewan Hakim ini memberikan catatan penting bagi keberlangsungan MTQ di masa mendatang, Para peserta diharapkan tidak hanya mengejar juara, tetapi terus istikamah mempelajari Al-Quran.
“Bagi yang belum meraih juara tahun ini, jangan patah semangat. Jadikan ini evaluasi untuk tampil lebih maksimal di tahun berikutnya,” pesan H. Dian Rudiana.
Mereka berharap di MTQ ke-48 dan seterusnya, sinergitas dan profesionalisme Dewan Hakim terus meningkat, didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem penilaian agar semakin transparan dan cepat.
Dengan berakhirnya pelaksanaan MTQ ke-47 ini, diharapkan Kabupaten Sukabumi tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga sukses melahirkan generasi qurani yang berkualitas dan berprestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga Nasional.









