Infokowasi.com — Kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di Kampung Kebon Kai RT 002/007, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Rumah milik Abidin (70) itu diduga terbakar akibat korsleting listrik.
Informasi kebakaran pertama kali diketahui oleh anak korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Saat ditemukan, kobaran api sudah membesar dan melahap bagian rumah. Beruntung, rumah dalam kondisi kosong karena Abidin bersama keluarganya sedang bekerja di sawah dan kebun.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman secara gotong royong. Dengan menggunakan peralatan seadanya dan memanfaatkan air dari kolam atau kulah, warga berjibaku menjinakkan api.
Upaya warga akhirnya membuahkan hasil. Setelah kurang lebih dua jam, kobaran api berhasil dipadamkan. Namun, proses penanganan terkendala akses menuju lokasi yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Dokumen Penting Ikut Hangus
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Hampir seluruh perabotan rumah tangga, pakaian, serta barang-barang lainnya hangus terbakar.
Sejumlah dokumen penting milik keluarga juga turut menjadi korban, di antaranya Kartu Keluarga (KK), KTP, sertifikat tanah, buku nikah, hingga ijazah.
Berdasarkan hasil asesmen dan monitoring Kopi Masal (Kolaborasi Peduli Masalah Sosial) Kecamatan Cibadak, total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Dihuni 10 Jiwa dari 3 Keluarga
Rumah yang terbakar tersebut dihuni oleh 10 jiwa dari tiga kepala keluarga (KK).
Mereka terdiri dari Abidin (70) dan istrinya, Samsiah (60), serta anak mereka, Ramdani (28).
Keluarga kedua terdiri dari Nasrudin (35), Devi (34), dan keluarga ketiga yakni Dede Lukaman (33), Dewi (30), Dita Wulandari yang masih duduk di kelas 3 SMP, Diana yang masih duduk di kelas 4 SD, serta Delisa yang berusia 3 tahun.
Tidak adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut menjadi kabar baik di tengah musibah yang mengakibatkan tempat tinggal dan berbagai barang berharga milik keluarga hangus terbakar.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah, terlebih ketika bangunan ditinggalkan dalam keadaan kosong. Warga pun kembali menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong dengan turun langsung membantu memadamkan api hingga kebakaran berhasil dikendalikan.









