Infokowasi.com — Kekayaan alam Kabupaten Sukabumi seolah tak pernah habis menghadirkan cerita. Di tengah bentang alam yang masih asri, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, kini mulai menata langkah untuk mengembangkan potensi wilayahnya sebagai desa wisata.
Upaya tersebut ditandai dengan tindak lanjut terhadap usulan penetapan Desa Cipeuteuy sebagai desa wisata. Penelusuran potensi dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai kekuatan yang dimiliki masyarakat, khususnya di kawasan Ekowisata Kampung Sukagalih.
Kawasan tersebut menawarkan pengalaman wisata yang tidak sekadar menyuguhkan keindahan alam. Ekowisata, edukasi lingkungan, agrowisata, susur sungai, camping, hingga trekking hutan menjadi bagian dari potensi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Aktivitas masyarakat sehari-hari juga menjadi daya tarik tersendiri. Kehidupan pertanian serta pengolahan hasil peternakan dapat dikemas menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis masyarakat, sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati panorama, tetapi juga mengenal kehidupan dan kearifan lokal warga.
Keistimewaan lain berada pada lingkungan alam di sekitar kawasan yang masih menjadi habitat sejumlah satwa liar. Keberadaan Owa Jawa dan Elang Jawa menjadi penanda penting bahwa kawasan Cipeuteuy memiliki kekayaan biodiversitas yang patut dijaga. Lokasinya yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak semakin memperkuat nilai ekologis yang dimiliki desa tersebut.
Potensi itu bukan sesuatu yang baru tumbuh. Kampung Ekowisata Sukagalih telah berjalan sejak 2015 dan tercatat telah menerima kunjungan wisatawan dari 27 negara. Bahkan, peluang kerja sama untuk pengembangan kegiatan pendidikan lingkungan bagi mahasiswa dari Singapura turut terbuka.
Capaian tersebut menjadi modal berharga bagi Cipeuteuy untuk melangkah lebih jauh. Namun, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan daya tarik destinasi.
Kekuatan kelembagaan, kesiapan masyarakat, tata kelola destinasi, kualitas pelayanan, hingga keramahan menjadi bagian penting yang harus dibangun secara beriringan. Konsep hospitality yang someah diharapkan mampu menciptakan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung.
Pada akhirnya, desa wisata bukan semata tentang mendatangkan wisatawan. Lebih dari itu, pengembangan pariwisata diharapkan mampu membuka ruang pemberdayaan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Cipeuteuy memiliki alam, budaya, masyarakat, dan cerita yang layak untuk diperkenalkan lebih luas. Dengan pengelolaan yang tepat dan semangat kolaborasi, potensi tersebut dapat tumbuh menjadi kekuatan baru bagi pariwisata Kabupaten Sukabumi.
Dari desa, potensi dirawat. Dari masyarakat, pariwisata dikuatkan. Dan dari Cipeuteuy, sebuah cerita tentang desa wisata berkelanjutan mulai dituliskan.(ASR)









