Beranda Rubrik Dari Drone hingga Teknologi Modern, Sukabumi Gebrak Transformasi Pertanian Menuju Kedaulatan Pangan

Dari Drone hingga Teknologi Modern, Sukabumi Gebrak Transformasi Pertanian Menuju Kedaulatan Pangan

Infokowasi.com — Momentum Hari Inovasi Indonesia yang diperingati setiap 1 November menjadi pengingat bahwa kemajuan sektor pertanian membutuhkan keberanian untuk beradaptasi, berkreasi, dan menghadirkan terobosan. Semangat tersebut terus didorong Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melalui berbagai program strategis guna mewujudkan pertanian modern, produktif, dan berkelanjutan.

Berbagai langkah pembaruan dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga kolaborasi dengan dunia pendidikan. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah Program Sangkuriang, yang mengusung konsep Swasembada Pangan Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan. Program tersebut mendapat apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Pertanian atas keberhasilannya dalam mencatat surplus luas tambah tanam (LTT) padi.

Tidak berhenti pada capaian tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi juga mengembangkan Sekolah Lapang PM-AAS (Pertanian Modern – Advance Agriculture System). Program yang dilaksanakan di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Cisaat dan Ciemas, menjadi sarana pembelajaran langsung bagi petani untuk mengenal sekaligus menerapkan sistem budidaya yang lebih modern.

Transformasi pertanian juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi. Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), metode tanam tanpa persemaian atau tabela, penyemprotan menggunakan drone, mesin panen combine harvester, hingga pompa air menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi produksi dan mengantisipasi tantangan perubahan kondisi iklim.

Di sisi lain, penguatan inovasi turut menyentuh aspek digitalisasi dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama strategis dengan IPB University serta optimalisasi peran penyuluh pertanian lapangan menjadi langkah penting dalam mempercepat penyebaran pengetahuan dan penerapan teknologi di tingkat petani.

Melalui berbagai terobosan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi berupaya membangun ekosistem pertanian yang tidak hanya bertumpu pada cara-cara konvensional, tetapi juga mampu berkembang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Peringatan Hari Inovasi Indonesia 2026 pun menjadi momentum untuk mempertegas bahwa masa depan pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan hasil panen, melainkan juga oleh kreativitas, penguasaan teknologi, serta kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan di lapangan.

Dari lahan pertanian menuju masa depan yang lebih mandiri, inovasi menjadi langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani Kabupaten Sukabumi.

(ASR)

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakHari Inovasi Indonesia 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Dorong Tranportasi Sektor Perikanan Menju Masa Depan
Artikulli tjetërHari Inovasi Indonesia 2026, DLH Kabupaten Sukabumi Dorong Terobosan Pengelolaan Sampah dan Pelestarian Lingkungan