Infokowasi.com – Membangun masyarakat yang sehat bukan pekerjaan yang dapat dipikul pemerintah seorang diri. Dibutuhkan kepedulian, keterlibatan, dan aksi nyata dari seluruh elemen, mulai dari masyarakat, dunia usaha, hingga fasilitas pelayanan kesehatan. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi landasan lahirnya inovasi Hati Bersemi (Sehat Tanggungjawab Kita Bersama untuk Sukabumi).
Inovasi yang digagas Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Kick Off Hati Bersemi yang berlangsung di Pendopo Sukabumi, Kamis (5/11/2026). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, H. Masykur Alawi, memperkenalkan gagasan tersebut secara langsung kepada Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas.
Hati Bersemi membawa pesan bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab kolektif. Artinya, upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat perlu dibangun melalui kerja bersama, bukan hanya mengandalkan program dan anggaran pemerintah.
H. Masykur Alawi menjelaskan, inovasi tersebut dirancang untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas. Setiap unsur masyarakat diharapkan dapat mengambil peran sesuai kemampuan dan kapasitasnya dalam mendukung berbagai program kesehatan.
“Melalui inovasi ini, saya ingin mengajak semua pihak mengambil peran dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu bentuk keterlibatan yang didorong ialah menghadirkan peran orangtua asuh bagi Posyandu. Melalui dukungan masyarakat maupun perusahaan swasta, keberadaan Posyandu diharapkan semakin berkembang, baik dari sisi fasilitas maupun jangkauan pelayanan kepada warga.
Menurutnya, dukungan tersebut dapat menjadi kekuatan tambahan bagi kader dan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik, terutama bagi ibu, anak, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Kolaborasi serupa juga telah terlihat dalam upaya membantu masyarakat memperoleh kembali akses jaminan kesehatan. Sejumlah klinik dan rumah sakit di Kabupaten Sukabumi turut berkontribusi dalam reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan warga yang sebelumnya tidak aktif.
Masykur mengungkapkan, dukungan dari fasilitas kesehatan tersebut telah membantu sekitar 2.000 orang. Bantuan diberikan melalui penyisihan dana untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat.
“Ada sekitar 2.000 orang yang terbantu oleh klinik dan rumah sakit. Mereka menyisihkan dananya untuk mereaktivasi kepesertaan BPJS sejumlah masyarakat Sukabumi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, semangat kemitraan juga dapat diperluas pada peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit maupun puskesmas. Dengan keterlibatan sektor swasta, berbagai kebutuhan dan pengembangan layanan kesehatan dapat didorong melalui dukungan bersama.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang diperkenalkan Dinas Kesehatan. Ia menilai keterpaduan langkah antarpihak menjadi bagian penting dalam menjalankan program pembangunan, termasuk dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Terima kasih telah melakukan inovasi pelayanan masyarakat, terkhusus di bidang kesehatan,” ungkapnya.
Andreas menegaskan bahwa urusan kesehatan membutuhkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan warga memiliki ruang kontribusi masing-masing untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan sehat.
Ia juga menyampaikan penghargaan atas kerja nyata yang telah dilakukan berbagai pihak dalam mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Sukabumi.
“Terima kasih atas bentuk kerja nyata meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Hati Bersemi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendorong terbentuknya ekosistem pelayanan kesehatan yang lebih terbuka, partisipatif, dan saling menguatkan. Harapannya, kepedulian tidak berhenti sebagai ajakan, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebab, Sukabumi yang lebih sehat hanya dapat diwujudkan ketika semua pihak memiliki kepedulian dan mengambil bagian dalam tanggung jawab yang sama.
(ASR)









