Infokowasi.com – Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menghadiri acara Rakor dengan Kemendagri secara virtual terkait Pengendalian Inflasi di Daerah yang dirangkaikan dengan Pembahasan Strategi Menjaga Pertumbuhan Ekonomi dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah. Bertempat di di Pendopo Sukabumi. Senin, (7 Juli 2025).
Dalam pemaparan materinya, Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Program 3 Juta Rumah, Kepala daerah perlu terus mendorong dan mengoptimalkan belanja daerah agar pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing dapat berjalan maksimal.
”Disamping itu, pemerintah pusat juga membuka ruang bagi kepala daerah untuk menyampaikan masukan dan data-data strategis yang relevan, baik dari internal daerah maupun dari mitra, Pemerintah mengatur harga harga,” tuturnya.
Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas produksi barang dan jasa dalam suatu negara atau wilayah dalam jangka panjang. Ini mengindikasikan adanya peningkatan output ekonomi, yang sering diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Sementara itu menurut Sekda tadi pada rapat yang dipimpin Mendagri dibicarakan ada tiga yaitu Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Percepatan Pembangunan dalam pembicaraan pertumbuhan ekonomi bahwa Jawa Barat diangka 4,98% jadi bagus dari pada target nasional yaitu 4,87 % ,sedangkan target dari Presiden menginginkan diangka 8%.
”Adapun Inflasi daerah Kabupaten Sukabumi yang terkenanya itu adalah Ayam Ras, Cabe Rawit dan Beras , dan Jawa Barat Inflasi yang dinilainya Kota 2% ini malahan lebih tinggi dibanding Jawa Barat,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang ada di Jawa Barat di angka 1,78% dan untuk Nasional 1,87 % dan ini mungkin harus menjadi Perhatian kita supaya Inflasi daerah itu jangan tinggi dan menjadi sorotan dari Pemerintah Pusat.(RS)









