Akhirnya Perppu Penundaan Pilkada 2020 diteken Jokowi

Jakarta, infokowasi.com– Presiden Joko Widodo ( Jokowi) meneken Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Perppu yang diteken 4 Mei 2020 itu menjelaskan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 ditunda hingga Desember 2020 karena bencana non- alam berupa wabah virus corona ( Covid-19).

Perppu 2/2020 menjelaskan bahwa apabila sebagian wilayah pemilihan atau seluruh wilayah pemilihan terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, bencana nonalam, atau gangguan lain yang mengakibatkan sebagian tahapan pemilihan serentak tidak dapat dilaksanakan, sebagai gantinya dilakukan setelah penetapan penundaan dengan keputusan KPU.

Baca Juga :  Marwan Hamami Hadiri Bedah Dua Rumah Warga di Desa Tanjungsari Kecamatan Jampangtengah

Pelaksanaan pilkada serentak sendiri telah disepakati ditunda hingga Desember 2020. Apabila hingga Desember 2020, pandemi virus corona belum berakhir, maka pelaksanaan pilkada serentak dapat dijadwalkan kembali.

“ Dalam hal pemungutan suara serentak sebagaimana dimaksud tidak dapat dilaksanakan, pemungutan suara serentak ditunda, dan dijadwalkan kembali segera setelah bencana nonoalam berakhir,” dikutip dari salinan Perppu tersebut.

Sebelumnya, pemerintah dan DPR telah menyetujui pelaksanan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 digelar pada 9 Desember 2020 dari yang semula dijadwalkan 23 September 2020 karena dampak pandemi virus corona.

Baca Juga :  Antisipasi Permasalahan Bansos, Ini Langkah Pemerintah Desa Cijulang

Gelaran Pilkada Serentak 2020 ini bakal menjadi prmungutan suara tingkat daerah secara bersamaan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Sebab, Pilkada itu akan melibatkan 270 daerah dalam satu waktu.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi ( Perludem) Titi Anggraeni ragu gelaran Pilkada Serentak 2020 bisa dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Apalagi jika pandemi virus corona belum berakhir.

Titi menjelaskan jika prncoblosan dilakukan pada 9 Desember, maka seluruh tahapan setidaknya harus dimulai pada 9 Juni. Sementara pemerintah baru saja menetapkan larangan mudik yang masanya akan berlangsung pada akhir Mei 2020.

Baca Juga :  Ormas BBRP Zona III, PT PIA Kembali Beraksi Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Sementara Durektur Eksekutif Indonesia Political Reviev (IPR) Ujang Komarudin mrnyarankan pilkada serentak 2020 diundur ke 2021 atau 2022 untuk memberi jeda dari pandemi Covid-19. Tujuannya, meminimalisasi politik menunggangi corona untuk mendongkrak elektabilitas.

Menurut dia tidak elok bencana seperti ini menjadi ajang untuk “mencuri panggung”.

Laporan: Dadan Haekal
Editor : IK

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here