Akibat Dampak Corona, Pengusaha WO Banting Setir Bisnis Kue Lebaran

Sukabumi, infokowasi.com – Wedding Organizer (WO) atau penyedia jasa resepsi pernikahan merupakan satu dari sekian usaha perorangan yang ikut menjadi korban wabah pandemi yang diakibatkan virus mematikan yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (Sars Cov-2), asal mula Covid-19.

Keadaan tersebut semakin diperparah lagi ketika dalam upaya pencegahan dan penanggulangnnya, pemerintah dengan tegas dan terpaksa harus melarang adanya kegiatan yang berpotensi mengundang masa, diantaranya hajatan pernikahan. Hal itu dilakukan demi memutus mata rantai dari penyebaran virus corona itu sendiri.

Namun, berikut ada kisah inspiratif yang dilakoni oleh salah seorang pemilik WO asal Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat yang tak hanya pasrah menerima keadaan, apalagi patah semangat dalam berikhtiar demi berlanjutnya perekonomian keluarga.

Adalah Risnawati, seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilik Nazzam Wedding Organizer yang beralamat di Kp. Manggisgirang, Des. Benda, Kec. Cicurug, Kab. Sukabumi, Jawa Barat. Dibantu rekannya Misye yang bertugas di bagian makeup (rias wajah) pengantin pada WO itu.

Baca Juga :  Pemeliharaan Gedung Aula Kreatif Seni Kec.Bojonggenteng Diwujudkan

Akibat Dampak Corona, Pengusaha WO Banting Setir Bisnis Kue Lebaran

Sebebelum virus mematikan dari Wuhan tersebut masuk ke Indonesia, Risna dan Misye sempat merasakan manisnya usaha WO. Namun, siapa sangka pandemi Covid-19 menghancurkan segalanya. Bahkan dia (Risna) harus memberikan pengertian kepada para karyawan lepas yang direkrutnya untuk tak mengharap lebih darinya dimasa-masa sulit seperti sekarang ini.

“Karena memang tidak ada yang menyewa kita, praktis kami pun meminta pengertian para karyawan lepas. Dan alhamdulillah mereka pun paham, ini bukan kehendak kita,” kata Risna mengawali perbincangannya dengan infokowasi.com, Kamis (21/5/2020).

Sebelum corona, satu momen dapat diperoleh Risna selaku pemilik WO, bersih mencapai Rp 3 juta – 4 juta. Dan Misye sebagai perias wajah dapat meraup Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta dalam sebuah eventnya. Tapi sejak pemerintah mengeluarkan aturan tidak boleh menggelar hajatan, praktis kondisi ekonomi mereka ikut terpukul. Karena WO dan juga jasa pendukung seperti makeup, tenda, chatering dan lainnya tutup total.

Baca Juga :  Bus Ke Sukabumi Dan Bogor Hampir Tak Ada

Baik Risna maupun Misye tak lantas patah arang menerima nasib usaha mereka yang tak lagi bisa membantu perekenomian keluarga. Keduanya pun putar otak.

Akhirnya, atas izin dari sang suami yang juga mempunyai usaha yang sama terdampak Covid-19, yaitu usaha dibidang “Tour and Travel”, Risna kemudian memutuskan untuk banting stir menanggalkan keahliannya dalam mengurusi pernikahan orang lain untuk sementara. Beralih menjajal bisnis kue Lebaran, karena memang momennya sedang tepat.

“Karena dapur harus tetap ngebul dan anak harus tetap sekolah, kebetulan selain paham dalam dunia WO sebelumnya pun saya sudah sering membuat kue-kue lebaran dan kue ulang tahun,” ujar Risna.

Akibat Dampak Corona, Pengusaha WO Banting Setir Bisnis Kue Lebaran

Ibu dari Nabila dan Azzam itu pun jeli melihat peluang dengan bisnis kue lebaran, diuntungkan pula dengan momen Ramadan saat ini. Sehingga Risna mampu membuat dapurnya tetap “bernafas”.

Baca Juga :  Yuk Kenalan dengan Internet of Things atau IoT! Bagaimana cara kerjanya? - Infografis

Dengan kue lebaran yang ia beri label ‘Nazzam’, seperti halnya nama WO yang ia miliki, Risna membuat rupa-rupa jenis kue yang biasa disajikan saat suasana Idul Fitri.

Dengan kemasan menarik dan rasa yang tak diragukan lagi serta harga yang bersaing, Risna akhirnya banyak mendapat pesanan dari pelanggan yang umumnya karyawan pabrik garmen di sekitar tempat tinggalnya.

Dengan tak mengesampingkan protokol kesehatan Covid-19, Risna dan rekannya Misye, menyediakan layanan antar langsung ke pemesan.

Risna pun berbagi tugas dengan Misye, baik dalam mengantar pesanan maupun membuat kue. Grup Whats App dan berbagai medsos yang dimiliki keduanya, menjadi sasaran kedua rekanan itu dalam memasarkan menu khas kue lebaran tersebut.

“Setelah Covid-19 mereda, saya tetap akan kembali ke dunia usaha WO. Karena di bisnis itulah saya lebih merasa cocok,” pungkasnya.

Reporter : Iwa K
Editor : IK

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here