Aksi Warga Pertanyakan Kejelasan Rekruitmen Karyawan Serta CSR PT.Clariant Cimapag Lengkong

Laporan khusus : Robbi Sugara

INFOKOWASI.COM, Sukabumi

Puluhan warga gelar aksi protes di depan kantor PT Clariant yang berlokasi di Kampung Sirnahurip RT 025 RW 06 Desa Neglasari Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi.

Perusahaan yang bergerak dalam pengolahan bahan baku Batu Bentonite menjadi bahan penjernih tersebut sudah beroperasi sejak tahun 1986, lokasi perusahaan secara demografi berada didua kecamatan yaitu Jampangtengah yang meliputi Cimapag Bantaragung dan Sirnahurip Neglasari berada di Wilayah Kecamatan Lengkong.

Puluhan warga yang didominasi oleh Warga Desa Bantaragung Kecamatan Jampangtengah dan Warga Desa Neglasari Kecamatan Lengkong menuntuk pihak perusahaan memberikan kejelasan mengenai penerimaan karyawan di PT Clariant, CSR, serta pengelolaan limbah bagi wilayah dalam radius perusahaan.
Tarmami, tokoh masyarakat setempat menuturkan bahwa perusahaan seolah tidak memberi kesempatan kepada warga lokal untuk mengikuti seleksi penerimaan karyawan.

“warga sangat kecewa dengan kebijakan perusahaan yang tidak terbuka dalam perekrutan karyawan, tahunya ada panggilan seleksi untuk calon karyawan dan ternyata pesertanya tidak ada satu pun dari Kampung Sirnahurip dan Cimapag, yang notabene lokasi utama perusahaan”, ucap Tarmami.

Baca Juga :  Agar Tidak Terjadi Pelanggaran di Jawa Barat maka Perhatikan Pergub Jabar tentang AKBnya

Selain itu Tarmami pun meminta perusahaan memperbaiki hubungan sosial dengan warga dan lingkungan setempat.
“harapan saya atas nama warga disini perusahaan bisa memfasilitasi kebutuhan warga, misal memberikan solusi terkait air bersih yang sudah tidak bisa dikonsumsi, perbaikan saluran pembuangan limbah yang melewati pemukiman warga agar tidak berefek buruk, adanya penjelasan dari humas kaitan CSR dari perusahaan”, jelas Tarmami.

Perdebatan cukup alot pun terjadi ketika pihak perusahaan hanya memberikan kesempatan bagi lima orang menjadi perwakilan sementara warga menginginkan Audiensi secara terbuka, beruntung Mahmudin, S.Pd. selaku Kepala Desa Bantaragung hadir ke lokasi dan berhasil menjadi penengah, sedikitnya sepuluh perwakilan warga disaksikan Awak Media dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa dari dua desa dan dua kecamatan melakukan Audiensi dengan pihak perusahaan.
Sementara dua orang perwakilan dari PT Clariant yaitu Endang Sunaryana selaku Personalia beserta Fry Simangunsilon selaku Site Manager menerima dan berkomunikasi langsung dengan perwakilan warga.

Baca Juga :  Pemdes Kalaparea Nagrak, Bagikan 200 Paket Sembako untuk Jompo dan Lansia

E. Sunanarya menuturkan bahwa pihaknya menerima usulan yang disampaikan warga berupa prioritas penerimaan karyawan dari wilayah Cimapag Bantaragung Kecamatan Jampangtengah, dan Bantarsari, Cadasngampar, Sirnahurip dari Desa Neglasari Kecamatan Lengkong.
“kami setuju akan dibentuknya wadah berupa organisasi independen yang akan mengakomodir keinginan pihak warga dan nantinya disinkronkan dengan perusahaan”, ucap E. Sunanarya.

Sementara Fry S. Menjelaskan tentang CSR dan pengelolaan limbah yang dipertanyakan warga.
“untuk tahun 2020 ini memang kami mengakui CSR yang sudah dialokasikan pihak manajemen terpaksa dibatalkan, mengingat keadaan perusahaan yang tidak stabil imbas wabah Covid-19, secara global perusahaan minus lima persen penjualan, mudah-mudahan kondisi membaik ditahun ini dan kami bisa merealisasikan CSR bagi warga”, jelas Fry.

Baca Juga :  DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Siaga bersama para-PK Se-Dapil-3 Melawan Wabah COVID-19

“kaitan keinginan warga untuk mengelola limbah kami persilahkan, nanti kita buat komitmen yang baik guna membuka peluang kemitraan warga dengan perusahaan untuk mengelola limbah”, tandas Fry. Mahmudin, S.Pd. yang menjadi moderator audiensi antara PT Clariant dan warga berharap hasil yang menjadi kesepakatan kedua belah pihak bersifat mutualisme.

“dari kedua belah pihak sudah disepakati dibentuknya organisasi independen yang akan menjadi penyambung terkait proses rekruitmen karyawan, nanti keinginan warga dan perusahaan akan bertemu titik solusi, CSR sudah jelas kronologinya, selanjutnya ada kesiapan perusahaan memberikan peluang untuk pengelolaan limbah, sekarang tinggal keseriusan yang diperlukan, koordinasi dan sinergitas upayakan lebih intens”, pungkas Mahmudin.

RED

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here