
Robi Sugara
Hari ini Jum’at, 19 Maret 2021 dilaksanakan pemberian Vaksin Sinovac oleh Puskesmas Jampangtengah bertempat di Aula Kecamatan Jampangtengah.
Vaksinasi tahap dua ini diikuti oleh sejumlah aparatur pemerintahan yaitu staf kecamatan, OPD, staf desa, dan BPD se Kecamatan Jampangtengah.

Dipastikan penerima Vaksin Sinovac hari ini merupakan panerima yang sama dengan tahap pertama tertanggal 15 Maret 2021, tim Vaksinator Wilayah V dalam hal ini dari Puskesmas Jampangtengah yang dipimpin oleh Koordinator Imunisasi (KORIM) Heni Yulia, Amd. Keb.

Camat Jampangtengah Drs. Sabar Suko yang turut serta sebagai penerima Vaksin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak terutama tim medis yang sudah melakukan Vaksinasi tahap dua tersebut bagi para perangkat pelayanan masyarakat baik tingkat kecamatan maupun tingkat desa di Wilayah Kecamatan Jampangtengah.
“harapan kami mudah – mudahan dengan telah dilaksanakannya Vaksinasi Covid – 19 yang kedua kali ini bisa memutus mata rantai penyebaran Virus Corona di Kecamatan Jampangtengah pada khususnya dan Kabupaten Sukabumi pada umumnya, karena dengan mendapat Vaksin mudah – mudahan menjadi kebal terhadap Virus Corona”, ucap Sabar Suko.

“untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat apabila ada program Vaksinasi lanjutan bagi yang merasa belum divaksin agar turut mengikuti program tersebut agar secepatnya masyarakat terbebas dari pandemi Virus Corona”, jelas Sabar.
“akan tetapi kami mengingatkan juga kepada masyarakat, meskipun sudah mengikuti program Vaksinasi agar tetap tidak kendor untuk menerapkan 5 M yaitu Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan pakai sabun, mengurangi interaksi dan mobilitas serta menghindari Kerumunan”, tandas Sabar.

Sementara Kepala Puskesmas Jampangtengah dr. Immanuel menjelaskan kegiatan Vaksinasi Covid – 19 tersebut diikuti 223 peserta dari 407 orang yang ditargetkan.
“hari ini kegiatan Vaksinasi diberikan bagi Pegawai OPD di Kecamatan Jampangtengah, sekitar 214 orang sukses divaksin sementara 9 orang masih berstatus ditunda mengingat kendala kesehatan”, jelas dr. Immanuel.
Red








