Pembangunan Irigasi Cikaranggeusan Sungai (BBWS) Citarum Di 2 Kecamatan Di Soal

Laporan :M.Kuncir (Korlip Pajampangan)

INFOKOWASI.COM, Sukabumi

Ribuan hektar sawah milik para petani sawah di dua kecamatan Jampang kulon dan Kecamatan Cimanggu sangat menanti datangnya air hujan, baik air serapan maupun Irigasi sejak minimnya penghasilan. Setiap pasca panen awal biasanya 1 tahun 3 kali menanam padi.

Sejak beberapa tahun lalu, para petani sawah tadah hujan jelas merasa sangat merugi karena seringkali kekeringan sawahnya. Alhasil pada tahun 2020 ini adanya bentuk perhatian pemerintah mengeluarkan biaya anggaran hingga puluhan milyar rupiah untuk pembangunan dan perbaikan daerah irigasi cikaranggeusan, sungai skunder ci panali yang di kelola oleh BBWS pada anggaran tahun 2020. Dengan melaluli kontraktual.

Baca Juga :  Covid-19 Purwakarta, ODP dan PDP Bertambah

Pasalnya kegiatan proyek irigasi saat ini, berada di dua wilayah Kecamatan Jampang kulon dan kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat yang di laksanakan
Di tiga 3 Desa yaitu, Desa Cikarang 500 meter, Desa Karangmekar 3 km, Desa Karanggeusan-Nguluwung 1,5 km.

Pengerjaan proyek irigasi sungai Cikaranggeusan baru berjalan dua bulan tersebut dilaksanakan melalui proses lelang,  yang menjadi pemenangnya PT. Sangkuriang asal Bandung Jawa barat volume pagu anggaran Rp. 29 milyar. Ungkap H. Iwan Kepada Wartawan minggu lalu di mass kantor direksikit jalan cikarang Desa Cikarang Kecamatan Jampangkulon Kepada infokowasi.com

Baca Juga :  Mengenal LETDA Ayu, Penerbang TNI AD Asal Pontianak

Dilokasi pekerjaan Edi (41) Sebagai pengawas lapangan asal warga Ciamis, mengatakan Volume pekerjaan memiliki lebar 2 meter tinggi 1,2.Cm. Pengerjaan sudah hampir 40 hari, sejak persiapan, ulasnya Minggu 20/09/2020

Rusman (48) asal warga Cijaksa Desa Karang mekar sebagai tukang pasang batu, mengaku di bayar Rp.11,5/Kubik , dirinya mengaku dikarenakan kondisi faktor ekonomi di saat pemademi dan musim kemarau sangat membutuhkan untuk sekedar menyambung hidup.

Berbeda dengan Sumarna (45) asal Kampung Cilimus Desa Waluran, lepada infokowasi.com mengungkapkan,  tinggi pasangan variasi 120cm-140 Cm karena mengikuti dan menyesuaikan ruas sungai.

Sebagaian pekerja borongan pasangan di Lokasi sungai Cikaranggeusan mengaku belum pernah menerima bayaran karena belum jelas berapa yang harus di bayar untuk nilai perkubikasi, “Saya Mengikuti dan penyesuaikan dengan yang lainnya saja” tuturnya.

Baca Juga :  Masyarakat Kampung Palasari Parungkuda Laksanakan Penyemprotan Covid-19

Seorang tokoh pemuda Ciranjang sawah sebut saja. Etis (50), tokoh pemuda warga kampung Ciranjang sawah Rt 05/04 Desa Karangmekar Kecamatan Cimanggu, sangat Mengapresiasi adanya pembangunan irigasi.

“Intinya sangat bersyukur karena warga desa Karangmekar terserap untuk tenaga kerjanya yang saat ini, misalnya warga kp.Cipanali, Kp.Cikarae, kp.Waspada, kp Ciranjang sawah seluruhnya sekitar 50%”, adapun harga ongkos kerja kembali kepada kesepakatan para pekerja lapangan, pungkasnya.

KARIM

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here