Balada Seorang Wanita Asal NTB di Sukabumi

Balada Seorang Wanita Asal NTB
Sukabumi-JampangKulon, infokowasi.com – Disaat Pandemi Covid-19, para Ketua RT di Kab.Sukabumi diharuskan melakukan pendataan warga yang bertempat tinggal di wilayahnya, dan diharuskan aktif melaporkan ke Pemerintah Desa/Kelurahan apabila ada penduduk yang baru menetap tanpa dilengkapi Surat Identitas Diri.
Kegiatan pendataan itu sekarang ditambah dengan keharusan melaporkan jika ada tamu yang berkunjung atau ada warganya yang mudik dari Zona Merah Covid-19.
Sistem pelaporan ini terus dilakukan sampai semua warga terdata dengan baik juga efektif menghindari warga di daerahnya dari Covid-19.
Eni alias Munaroh (25), ia memiliki adik kandung dua yaitu Maulani (15), Srinawa (12). Eni berasal dari Desa Rante Alang, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.
Balada Seorang Wanita Asal NTB
Saat itu, Eni (25) menceritakan, awalnya Eni sempat bekerja di Bahrain Timur Tengah, selama 5 bulan. Eni bekerja kontrak di rumah majikan pertama Marki dan majikan kedua Mamah Meriam dan anaknya Muhamad Husen. Tapi Eni tidak memiki identitas apapun termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Sekarang Eni tinggal sementara di rumah Rusdi alias Jaro alamat di Gunung larang, Desa Nagraksari, Kecamatan Jampangkulon, Kab. SuKabumi, Jabar, Eni sangat ingin mencari pekerjaan atau pulang ke Sulawesi Selatan.
“Waktu itu menurutnya, dia bertemu saudaranya Ela asal Garut, Saat itu Eni bertemu juga dengan Emi alias munawaroh di bandara Sukarno Hatta Tanggerang dan ikut bersama saudaranya Ela asal Garut dan tinggal bersama di rumah Ela selama kurang lebih 10 hari.”.
Selanjutnya, Ela membawa Eni ke rumah tinggal Rusdi alias Jaro (48). Selama kurang Lebih 1 bulan, Eni tinggal di alamat Kp.Gunung larang RT05/08 Desa Nagraksari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.
Saat dikonfirmasi Rusdi menjelaskan, selama tinggal dirumahnya kesehariannya Eni ceria dan mudah berkomunikasi dengan keluarganya, Enipun sudah dianggap Seperti keluarganya, bahkan sempat tinggal selama 1 bulan dan sempat pergi dari rumahnya 3 kali keluar tanpa permisi.
Kades Nagraksari Nurman Saleh, berupaya memfasilitasi bersama unsur Muspika  Kecamatan Jampangkulon, Jajaran Pemdes, Kadus dan RT. Untuk mencari informasi pihak keluarganya agar bisa berkomunikasi, Kades membuat pertemuan yang dihadiri pihak Kepala Desa Nageraksari, Babinmas Nagraksari, TKSK Kecamatan Jampangkulon, Kasi Sosbud Kecamatan Jampangkulon, Kadus/Mandor dan Ruadi alias Jaro penduduk yang ditinggali oleh Eni Alis Munaroh.
Pada Situasi dan kondisi saat ini kami masih khawatir dengan warga pendatang. kami harus selalu waspada akan penyebaran Covid-19, ungkap Nurman.

Laporan : M Kuncir
Editor : Yossy Suryadi

Print Friendly, PDF & Email
Baca Juga :  Andi Abdurahman Martadirdja Resmi Pimpin Kepengurusan Persikabumi Legend (PL) 2020
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here