Infokowasi.com – Banjir bandang yang terjadi kawasan Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis 6 Maret 2025 telah menimbulkan dampak yang sangat besar.
Hujan deras yang turun tanpa henti menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga, serta merusak infrastruktur penting di daerah tersebut.
Banjir ini memaksa ribuan warga untuk mengungsi dan menghentikan aktivitas ekonomi akibat terputusnya akses jalan. Kejadian ini meninggalkan kepedihan mendalam bagi masyarakat, dengan banyaknya kerugian material dan kehilangan yang dirasakan oleh warga setempat.
Di lokasi kejadian, tim RCL menemui Umi Ukes, salah satu warga di Kampung Cangehgar, RT 02 RW 02, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, yang menjadi korban langsung dari bencana banjir ini. Dengan penuh kesedihan, Umi Ukes menceritakan pengalaman pahit saat banjir melanda kediamannya. Sebagian besar rumahnya tergerus air akibat derasnya aliran banjir.
Umi Ukes, yang sehari-hari berjualan gorengan di kawasan Taman Alun-Alun Cangehgar, menceritakan bagaimana air banjir datang begitu cepat dan menerjang bagian belakang dapur rumahnya. Segala peralatan rumah tangga, termasuk barang-barang berharga, terbawa arus dan hancur. Kejadian ini membuatnya tidak dapat berjualan gorengan, yang selama ini menjadi mata pencahariannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Saya tidak bisa lagi berjualan gorengan. Semua peralatan rumah tangga hilang terbawa arus. Saya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah, baik itu berupa peralatan rumah tangga, pakaian, makanan, maupun bantuan lainnya untuk membantu saya dan keluarga membangun kembali kehidupan kami setelah musibah ini,” ujar Umi Ukes dengan penuh harap.
Bencana ini meninggalkan dampak yang sangat besar bagi warga Palabuhanratu, dan kini mereka membutuhkan perhatian serta dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah, untuk bisa bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka. Tidak hanya korban banjir seperti Umi Ukes, banyak warga lainnya yang juga membutuhkan bantuan dalam bentuk kebutuhan dasar dan perbaikan infrastruktur yang rusak parah akibat bencana ini.
Pemerintah daerah dan berbagai lembaga terkait diharapkan segera memberikan bantuan darurat agar masyarakat dapat segera pulih dari dampak bencana ini dan dapat melanjutkan kehidupan mereka dengan normal.
(Robi/Sumber : RCL)









