Infokowasi.com – Banjir bandang yang melanda Palabuhanratu pada Kamis (6/3/2025) lalu menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa titik, salah satunya di kawasan Lapang Taman Cangehgar. Derasnya aliran air yang berasal dari sungai dan curug di kawasan Gunung Jayanti menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) dan sistem drainase di area belakang lapangan roboh, meninggalkan dampak yang cukup parah. Area taman yang biasanya menjadi tempat berkumpul masyarakat kini tertutupi lumpur dan sisa-sisa reruntuhan.
Para pegawai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi terlihat sigap membersihkan sisa-sisa lumpur akibat banjir meskipun dengan alat seadanya. Mereka bekerja keras untuk membersihkan area yang terdampak, namun tantangan besar masih dihadapi akibat keterbatasan alat yang digunakan.
Salah seorang pegawai Disperkim yang tengah melakukan aksi bersih-bersih bersama tim mengungkapkan bahwa pembersihan menggunakan alat manual dapat memakan waktu sekitar satu bulan. Hal ini disebabkan alat berat yang biasanya digunakan untuk pembersihan kini diprioritaskan untuk lokasi-lokasi lainnya yang juga terdampak longsor atau banjir.
“Pembersihan dengan alat seadanya memerlukan waktu yang lama. Kami berharap dapat memperoleh bantuan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan ini, agar taman Alun-Alun Cangehgar dapat segera ditata kembali dan kembali menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat,” ungkap salah satu pegawai yang turut terlibat dalam proses pemulihan.
Pihak Disperkim dan warga setempat berharap agar perhatian dan bantuan dapat segera diberikan untuk mempercepat pemulihan kawasan ini, mengingat pentingnya Lapang Taman Cangehgar sebagai salah satu ikon Palabuhanratu.
(Robi/Sumber : RCL)









