Banyak Viral Tindak Kejahatan Oleh Napi Asimilasi, Menkumham: “Jangan Mengkambinghitamkan Napi Asimilasi”

Jakarta, infokowasi.com – Terkait banyaknya kabar mengenai tindakan kejahatan yang dilakukan oleh napi yang telah mendapat asimilasi akibat wabah pandemi Covid-19 yang makin meluas, Menkum HAM Yasonna Laoly mengatakan, kecil kemungkinan potensi para napi asimilasi melakukan kembali tindakan kriminal.

Ia mengaku sudah menyiapkan sejumlah antisipasi atas dampak-dampak yang terjadi usai membebaskan narapidana termasuk jika kembali berulah.

 

Pasca asimilasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), kata Yasonna memang banyak tindakan kejahatan yang viral dan seolah-olah dilakukan oleh napi asimilasi.

Baca Juga :  Penghormatan Muhammad Ali Terhadap Nabi Muhammad SAW

“Sudah dong (disiapkan-red). Dimanapun ada residivisme, tapi yang sekarang ini sangat-sangat kecil sekali. Yang dihebohkan setiap kejahatan yang ada, seolah dilakukan oleh napi asimilasi,” kata Yasonna kepada wartawan, Rabu (22/4/2020) kemarin.

“Contoh hoax: Polisi yang mengejar begal bawa celurit di Jakarta Timur, disebut napi asimilasi yang baru ke luar, padahal sama sekali bukan!,” Tegas Yasonna.

Untuk itu Ia meminta jangan mengkambinghitamkan napi asimilasi. Menurutnya, dalam kondisi ekonomi yang sulit, selalu ada saja dampak tindak kejahatan.

Baca Juga :  Dampak COVID-19, Kopdar NOS Sukabumi Ditunda

“Ingat dalam kondisi ekonomi sulit seperti ini, pasti ada dampak kepada kejahatan, tapi jangan kambinghitamkan semua pada napi asimilasi. Hitung saja presentasi antara yang ke luar dan yang mengulang kembali,” ujarnya.

Di samping itu kata Yasonna, pihaknya akan bertindak tegas dengan napi asimilasi yang kembali berulah. Napi asimilasi itu akan masuk ke sel pengasingan dan dipastikan tak akan dapat remisi.

“Bahwa kami harus waspada, ya. Dan kami juga sudah menyampaikan secara tegas. Napi asimilasi yang mengulangi, akan kami ambil dari polisi setelah di BAP, dan dimasukkan ke straft cell untuk menyelesaikan sisa hukumannya. Setelah selesai hukuman, diserahkan ke polisi kembali untuk tindak pidana baru. dan kami tidak akan memberi remisi, ke yang bersangkutan,” tandas Yasonna.

Baca Juga :  PLN Tidak Menaikan Tarif Listrik

Laporan : Iwa Kuswara

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here