Infokowasi.com- Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember merupakan momentum global untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS, mengurangi stigma, serta memperkuat dukungan terhadap orang dengan HIV (ODHIV). Di Indonesia, peringatan ini menjadi bagian penting dalam kampanye kesehatan nasional untuk menekan laju infeksi baru dan memperluas akses layanan kesehatan.
Upaya pencegahan HIV/AIDS di Indonesia meliputi penggunaan kondom, tidak berbagi jarum suntik, serta pendidikan kesehatan dan tes HIV rutin. Tantangan penanggulangannya meliputi stigma dan diskriminasi masyarakat, kurangnya tenaga kesehatan terlatih, serta kendala ketersediaan dan distribusi obat Antiretroviral (ARV).
UPAYA PENCEGAHAN:
●Pencegahan penularan seksual: Menggunakan kondom secara konsisten dan benar saat berhubungan seks, serta melakukan tes HIV secara rutin.
●Pencegahan melalui penggunaan narkoba: Menghindari berbagi jarum suntik atau alat suntik lainnya dan tidak menggunakan narkoba suntik.
●Pencegahan dari ibu ke anak (PPIA): Memberikan terapi antiretroviral (ARV) kepada ibu hamil dan bayinya, serta memberikan edukasi mengenai cara menyusui.
●Pendidikan dan konseling: Memberikan edukasi seks yang benar dan komprehensif, terutama mengenai HIV/AIDS, sejak dini.
●Tes dan pengobatan: Melakukan tes HIV secara sukarela melalui layanan Konseling dan Tes HIV (KTS/VCT) dan menjalani pengobatan ARV jika terdiagnosis
●Sunat untuk pria: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sunat pada pria dapat mengurangi risiko penularan HIV dari perempuan ke laki-laki.
●Pemeriksaan kesehatan lainnya: Memastikan penggunaan peralatan medis steril dan mengobati Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya, karena sering kali menjadi pintu masuk HIV
TANTANGAN PENANGGULANGAN:
●Stigma dan diskriminasi: Stigma negatif terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menyebabkan kurangnya partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan.
●Keterbatasan sumber daya: Ketersediaan dan distribusi obat ARV yang masih menjadi masalah di beberapa daerah.
●Sumber daya manusia: Kurangnya jumlah tenaga kesehatan yang terlatih dan pengetahuan yang memadai untuk menjalankan program pencegahan secara optimal
●Keterlibatan masyarakat: Menghilangkan stigma dan diskriminasi membutuhkan peran aktif masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan
●Kepatuhan pengobatan: Tingkat kepatuhan ODHA terhadap pengobatan ARV masih perlu ditingkatkan.
BAPPELITBANGDA KABUPATEN SUKABUMI MENGUCAPKAN:
SELAMAT MEMPERINGATI HARI AIDS SEDUNIA, 01 DESEMBER 2025
“Upaya Pencegahan, dan Tantangan Penanggulangan HIV/AIDS Di Indonesia”
(NS)










