Batu Akik Industri Unggulan Desa Cimerang Purabaya

Sukabumi, infokowasi.com – Salah satu industri rumahan yang banyak tersebar di Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya adalah usaha pembuatan hiasan berbahan baku batu, yang sudah terkenal hingga mendunia.

Seorang pengrajin, Sudeni (45) yang mempunyai lokasi usaha di Kampung Tipar RT 05 RW 03 Desa Cimerang memberikan penjelasan mengenai usahanya. Ia memulai usaha hiasan berbahan batu ini semenjak tahun 2011. Di Kampung tipar sendiri hampir semua warga menjadi pengrajin batu.

Batu Akik Industri Unggulan Desa Cimerang Purabaya

Sudeni menjelaskan bahwa awalnya yang menjadi unggulan adalah Batu Akik Cincin dengan berbagai jenis batu seperti Kinyang, Kecubung, Pancawarna, dan Blue Opal yang berasal dari Cipancer Jampangtengah bahkan batu dari luar daerah.

Dirinya menuturkan bahwa masa jaya Batu Akik ada pada sekitar tahun 2015, dimana pada saat itu semua pengrajin mendapatkan keuntungan tinggi hingga kewalahan memenuhi permintaan konsumen baik lokal maupun dari luar daerah.

Baca Juga :  Jalur Provinsi Nyalindung Purabaya Mendapat Sentuhan Tanggap Darurat dari Dinas Bina Marga Provinsi
Batu Akik Industri Unggulan Desa Cimerang Purabaya
Sudeni, pengrajin batu akik asal Desa Cimerang

“Kini masa keemasan tersebut sudah berlalu, produksi dan penjualan kembali seperti sebelum Tahun 2015, bahkan omset terasa semakin menurun,” kenang Sudeni.

Saat ini pengrajin hanya sesekali membuat batu cincin, ujarnya, kebanyakan kini beralih, membuat “tambled” batu berbentuk bulat lonjong untuk di ekspor ke Amerika, batu bola-bola berbentuk bulat sebesar bola tenis juga untuk ekspor ke Amerika.

Batu Akik Industri Unggulan Desa Cimerang Purabaya

“Walaupun memang jumlah pemesanananya tidak menentu, namun masih ada permintaan setiap bulannya. Selain itu pengrajin juga membuat liontin dan sabit untuk hiasan kalung, untuk memenuhi permintaan yang dijual secara online,” tuturnya.

Baca Juga :  Berita Terbaru COVID-19 Kota Sukabumi, Minggu (16/8/2020)

Dalam satu bulan, diperkirakan mampu menjual liontin sabit sebanyak 200 biji, tambled sekitar 50 kg sampai 150 kg itu berdasarkan jenis batu sebagai bahan, untuk bahan batu sempur bisa mencapai 150 kg, sementara kalau batu yang lebih keras hanya bisa 50 kg, semantara untuk hiasan bola-bola dalam satu bulan bisa memproduksi 25 buah. Sudeni juga menerangkan bahwa pengrajin sudah jarang membuat hiasan batu akik kalau pun ada sesuai pesanan atau hanya jasa penggosokan saja.

“Pengrajin berharap pemerintah bisa membantu promosi dan membantu kembali proses pemasaran batu akik,” pungkas Sudeni.

Batu Akik Industri Unggulan Desa Cimerang Purabaya
Nyanyang Resmana, S.Pd., Kepala Desa Cimerang

Sementara itu Nyanyang Resmana, S.Pd., Kepala Desa Cimerang menjelaskan, bahwa warga Cimerang mayoritas bermata pencaharian sebagai penggosok batu aji sesuai kemampuan yang dimiliki secara turun temurun, sehingga keberadaannya terus bertahan.

Baca Juga :  Disdik Kabupaten Sukabumi Tangani Permasalahan Sekolah Devi dan Dita Warga Kampung Segel Jampangtengah

Beliau pun menyatakan, pihaknya tetap memberikan bimbingan dan pelatihan supaya bisa meningkatkan kualitas, agar produk mereka tetap menjadi andalan tidak kalah dengan produk luar, bahkan Pemdes Cimerang meminta kepada pihak Pemerintah melalui Dinas Perindustrian supaya bisa menghidupkan kembali usaha para pengrajin ini, berupa bantuan modal dan bantuan pemasaran.

Dirinya pun berencana untuk membangkitkan kembali Unit Pelayanan Teknik tentang penggosokan batu aji. “Pemerintah harus bisa mempasilitasi kebutuhan para pengrajin,” tandas Nyanyang.

Laporan : Robi Sugara
Editor : IK

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here