Infokowasi.com – BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi mengenalkan Aplikasi Rekonsiliasi Iuran Pemerintah Daerah (ARIP) kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kabupaten Sukabumi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tingkat akuntabilitas penagihan iuran wajib pemerintah daerah secara mudah, tepat, dan cepat.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Dwi Surini menyampaikan kehadiran Aplikasi ARIP dapat membantu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam melakukan perhitungan dan pembayaran iuran secara akurat dan tepat. Selain memudahkan satuan kerja perangkat daerah dalam melakukan perhitungan, pemanfaatan Aplikasi ARIP ini memberi dampak kepada BPJS Kesehatan dalam penagihan iuran pemerintah daerah.
“Aplikasi ARIP ini memudahkan pengerjaan data gaji pegawai peserta yang terdaftar di suatu SKPD. Akurasi data iuran peserta, ketepatan waktu perhitungan iuran, dan proses verifikasi data PNS Daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga, memudahkan perhitungan dan penagihan iuran wajib Pemda,” ujar Dwi pada Selasa (25/06).
Dwi pun menyampaikan bahwa Aplikasi ARIP memiliki manfaat yang dapat dirasakan oleh pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan. Aplikasi ARIP dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses penghitungan besaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per pegawai setiap satuan kerja.
“Lalu, memudahkan penyediaan data untuk kepentingan audit bagi pemerintah daerah ataupun BPJS Kesehatan. Kemudian, pada proses perhitungan iuran pun dapat menghasilkan data yang akurat dengan cara yang mudah,” kata Dwi.
Selain itu, pemanfaatan ARIP ini juga dapat digunakan sebagai sarana untuk me-monitoring iuran JKN yang dihitung Pemda dan sebagai data acuan yang digunakan BPJS Kesehatan apabila ada ketidakcocokan atas iuran yang dibayarkan.
“ARIP ini memudahkan monitoring dan evaluasi dasar perhitungan iuran JKN peserta Pekerja Penerima Upah Pegawai Negeri (PPUPN) yang menggunakan lima komponen sesuai ketentuan. Hasil dari data yang diisi di aplikasi ARIP dapat digunakan sebagai data acuan dalam pemutakhiran data peserta untuk memastikan bahwa seluruh iuran yang dibayarkan pada segmen PPUPN telah sesuai,” jelas Dwi.
Selama proses penggunaan Aplikasi ARIP, tentunya terdapat hal-hal yang harus diperhatikan terutama saat input data di Aplikasi ARIP, yaitu pengisian gaji, tunjangan, hingga perubahan data gaji induk. Hal tersebut penting untuk dicek ulang saat mengisi di Aplikasi ARIP.
Bendahara Puskesmas Cidolog, Euis Septri menyampaikan pengalaman sebelum adanya aplikasi ARIP. Menurutnya, sebelum ada aplikasi tersebut sering terjadi human error dalam penghitungan iuran JKN akibat belum adanya bantuan yang tersistem.
“Dulu, sebelum ada aplikasi ARIP lumayan kesulitan saat perhitungan satu persen dan empat persennya. Saya pun pernah mengisi tabel yang disediakan, namun ada kekeliruan karena ada beberapa kolom yang tidak ada rumusnya, sehingga mempengaruhi dari hasil perhitungan,” ungkap Euis.
Ia menceritakan pengalamannya saat mencoba menggunakan ARIP. Menurutnya dapat memudahkan pengguna dan meminimalisir kesalahan input data. Namun, perlu teliti dalam menggunakannya.
“Saya coba menggunakan ARIP pada saat melakukan mutasi data peserta. Saya pikir jika sudah dimutasikan di bulan April, lalu di bulan Mei sudah otomatis mutasi untuk datanya, namun ternyata tidak. Semoga kedepannya dapat ada otomasi pada menu tersebut, agar tidak melakukan mutasi ulang, sehingga dapat meminimalisir kesalahan apabila dilakukan input ulang,” ujar Euis.
Ia pun menceritakan kemudahannya setelah ada Aplikasi ARIP untuk membantu perhitungan gaji pegawai yang terdaftar di suatu SKPD. Tentunya yang memudahkan dalam perhitungan lima kompenen sesuai ketentuan.
“Setelah ada ARIP ini sangat mempermudah saya dalam perhitungannya 1% dan 4% nya. Menurut saya lebih efisien, efektif, dan akurat dibanding mengisi tabel yang sebelumnya pernah dilakukan. Dengan adanya ARIP ini meminimalisir kesalahan dalam perhitungan, karena sudah by system. Saat input data yang tidak sesuai, pada Aplikasi ARIP ini langsung terjadi error. Sehingga, dimungkinkan rendahnya kesalahan input data apabila menggunakan ARIP,” jelas Euis.
Robi









