Infokowasi.com – Isu stunting menjadi perhatian serius di wilayah Kecamatan Sukabumi. Stunting atau kekerdilan pada anak merupakan masalah serius yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dalam rangka mempercepat penanganan stunting, Camat Sukabumi, Drs. Asep Suhenda, mengungkapkan komitmen pemerintah setempat untuk mengatasi masalah tersebut melalui berbagai program intervensi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Dalam wawancara di kantor Kecamatan Sukabumi, yang beralamat di Jl. Selabintana No.61 Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Drs. Asep Suhenda menyatakan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi yang mempengaruhi masa depan anak-anak kita. Pemerintah Kecamatan Sukabumi bekerja sama dengan Puskesmas dan berbagai lembaga lainnya untuk melakukan pemantauan, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menyediakan intervensi gizi yang tepat,” ujar Drs. Asep Suhenda.
Program penanganan stunting di Kecamatan Sukabumi meliputi:
Penyuluhan dan Edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui mengenai pentingnya asupan gizi yang seimbang, serta cara mencegah stunting pada anak.
Pemberian Makanan Tambahan kepada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.
Peningkatan Akses Layanan Kesehatan bagi ibu dan anak melalui Puskesmas setempat.
Kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan dan Komunitas untuk mengkampanyekan pola hidup sehat dan kebersihan yang dapat mendukung pertumbuhan anak yang optimal.
Selain itu, Camat Sukabumi juga menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung upaya penanggulangan stunting. “Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak dan memberikan perhatian lebih terhadap pola makan yang bergizi,” lanjut Asep.
Diharapkan, dengan adanya upaya kolaboratif ini, angka stunting di Kecamatan Sukabumi dapat menurun, serta kualitas hidup anak-anak yang sehat dan produktif dapat tercapai di masa depan.
Robi









