Cegah Sebaran Corona, Khofifah Tak Tutup Sekolah Dan Fasilitas Publik

Jakarta, infokowasi.com – Dalam waktu singakat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat beberpa keputusan guna mencegah meluasnya sebaran Covid-19 (Corona Virus Diseae 2019) khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Khofifah Tak Tutup Sekolah Dan Fasilitas Publik
Jakarta, infokowasi.com – Dalam waktu singakat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat beberpa keputusan guna mencegah meluasnya sebaran Covid-19 (Corona Virus Diseae 2019) khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Beberapa keputusan Anies yang mulai diberlakukan pada Senin (16/03/2020) tersebut diantaranya dengan menutup sejumlah tempat wisata, meliburkan sekolah, dan lembaga pendidikan informal selama 14 hari, serta membatasi sejumlah transportasi publik. Oleh banyak pihak hal ini dinilai sebagai bentuk kepanikan yang berlebihan. Bahkan, ada dugaan, Anies bakal melakukan “lock down” terhadap seluruh aktivitas di Jakarta.

Sejumlah warga Jakarta yang ditemui menilai keputusan Anies terkesan sangat terburu-buru. Sebagaian warga DKI beranggapan sepertinya Pemprov DKI tidak ada upaya lain yang bisa dilakukan. Padahal, berbagai upaya pencegahan bisa di tahap awal guna meminimalisir apa yang dikhawatirkan dari meluasnya pandemi tersebut.

Baca Juga :  Kota Bogor, Jumlah Pasien Sembuh Positif Covid-19 Meningkat Menjadi 6 Orang

Lain halnya dengan apa yang dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam keterangan tertulis (rilis) yang diterima infokowasi.com, Minggu (15/3/2020) malam, dikatakan, Khofifah tidak menutup tempat wisata atau meliburkan sekolah, apalagi membatasi transportasi publik dalam menanggulangi penyebaran viris corona di wilyahnya.

“Gubernur Jatim tidak menutup tempat wisata karena lokasi tersebut memberikan rezeki kepada jutaan warga yang menjual bakso, jajanan, suvenir khas Jawa Timur dan keperluan kehidupan sehari-hari. Kalau lokasi wisata ditutup, maka gubernur harus menjamin sumber kehidupan kepada warga (penjual di lokasi wisata) selama penutupan lokasi wisata. Sementara itu, sekolah tidak diliburkan karena bahaya virus corona dinilai tidak lebih serius daripada sakit flu atau demam berdarah (BDB), sesuai hasil penelitian Kementerian Kesehatan. Yang penting menerapkan kebiasaan hidup sehat, menjaga kebersihan, olahraga, dan asupan gizi seimbang,” terang rilis tersebut.

Baca Juga :  Keluarga H. Ade (Cahaya Mandiri) Isi 10 Muharam dan Haul Ke-6 Alm. Bil Sunardi
Dalam rilis itu pula, dikatakan Khofifah memerintahkan kepada seluruh petugas medis di segenap pelosok Jawa Timur agar mensosialisasikan cara hidup sehat untuk menangkal semua penyakit menular, termasuk Covid-19 yang saat ini sudah masuk dalam kategori pandemi. Khusus di Surabaya, seluruh warga diberikan masker secara gratis. Dengan demikian, sejumlah kalangan menilai Khofifah sudah bekerja profesional berdasarkan data dan informasi valid dari sumber yang kredibel (WHO, Kemenkes, LIPI, dan lainnya).

Diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah meminta masyarakat untuk tenang. Bahkan dengan tegas Jokowi menyatakan bahwa musuh terbesar bangsa Indonesia bukanlah virus corona, namun ketakutan, kepanikan, kecemasan, korupsi, dan anti toleransi. (IW)

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here