Infokowasi.com – Langkah demi langkah, impian anak-anak Kampung Manggis Girang RT 001/RW 010, Desa Benda, Cicurug, untuk merengkuh pendidikan yang layak makin mendekati kenyataan. Di balik debu dan ketukan perkakas, proses revitalisasi SD Negeri Manggis terus berpacu dengan waktu. Hingga Sabtu (10/10/2026), napas perubahan itu telah mewujudkan 82,43 persen fisik bangunan— Hampir menembus hasil akhir demi menghadirkan ruang kelas yang aman dan hangat bagi generasi penerus Kabupaten Sukabumi.
Hingga Sabtu (10/10/2026), progres fisik pembangunan berdasarkan keterangan konsultan telah mencapai 82,43 persen. Angka tersebut menandai bahwa pekerjaan telah memasuki tahap lanjutan. Namun, di balik capaian itu, masih ada sejumlah tahapan yang harus dituntaskan sebelum seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan.
Program yang didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui APBN Tahun Anggaran 2026 ini memiliki nilai anggaran sebesar Rp1.004.264.545. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN Manggis, dengan masa kerja 120 hari kalender, terhitung sejak 12 Juli hingga 12 November 2026.
Bukan Sekadar Renovasi, tetapi Menata Masa Depan
Sejumlah bagian sekolah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini mulai dibenahi. Pekerjaan meliputi ruang kelas, ruang guru, hingga penataan lingkungan sekolah agar lebih mendukung aktivitas pendidikan.
Salah satu pekerjaan penting adalah pembenahan struktur atap gedung utama. Bagian yang sebelumnya mengalami kerusakan diperbarui menggunakan rangka baja ringan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kondisi bangunan.
Perbaikan tersebut menjadi bagian dari harapan besar agar para siswa dapat belajar dengan lebih tenang, sementara para guru menjalankan tugasnya dalam lingkungan yang semakin layak.
Sebab, sekolah bukan hanya tempat berdirinya ruang kelas. Di dalamnya ada mimpi anak-anak yang harus dijaga, semangat guru yang perlu didukung, serta masa depan yang membutuhkan ruang tumbuh yang memadai.
Pembangunan Berjalan, Kegiatan Belajar Tetap Bertahan
Di tengah suara dan aktivitas pekerjaan konstruksi, kegiatan belajar mengajar di SDN Manggis tetap berlangsung. Penyesuaian penggunaan ruangan dilakukan agar proses pendidikan tidak terhenti selama revitalisasi berjalan.
Kepala SDN Manggis, Yahya, S.Pd.I., M.Si., mengatakan pihak sekolah terus memantau perkembangan pembangunan sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Berdasarkan keterangan konsultan, progres pembangunan sudah mencapai sekitar 82,43 persen. Pekerjaan masih terus berjalan sesuai tahapan yang telah ditentukan,” ujar Yahya.
Ia menjelaskan, revitalisasi tersebut sangat dibutuhkan karena sejumlah bagian bangunan sebelumnya mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan. Program ini menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
Meski pembangunan terus berjalan, aspek keselamatan siswa dan tenaga pendidik tetap menjadi perhatian. Penyesuaian aktivitas sekolah diperlukan agar pekerjaan fisik dan kegiatan belajar dapat berlangsung secara seimbang.
Menyisakan Waktu, Menuntut Ketelitian
Dengan target penyelesaian pada 12 November 2026, pekerjaan revitalisasi kini memasuki fase krusial. Waktu pelaksanaan yang tersisa harus dimanfaatkan secara optimal, tanpa mengabaikan kualitas hasil pembangunan.
Yahya berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang sesuai harapan. Menurutnya, keberhasilan revitalisasi tidak cukup diukur dari persentase progres, tetapi juga dari kualitas bangunan dan manfaat yang dirasakan warga sekolah.
“Kami berharap seluruh pekerjaan berjalan lancar sampai selesai. Tentunya kami ingin hasil revitalisasi ini memberikan fasilitas yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun guru,” katanya.
Koordinasi dengan konsultan, pelaksana pembangunan, Dinas Pendidikan, serta pihak terkait lainnya terus dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan hingga tahap akhir.
Kini, capaian 82,43 persen menjadi penanda bahwa harapan itu semakin dekat. Namun, pekerjaan belum usai. Masih ada tahapan yang harus diselesaikan agar hasil revitalisasi benar-benar memenuhi kebutuhan sekolah.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, SDN Manggis diharapkan segera memiliki fasilitas yang lebih layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Pada akhirnya, keberhasilan revitalisasi ini bukan hanya tentang bangunan yang kembali kokoh, tetapi juga tentang menghadirkan ruang belajar yang lebih baik bagi anak-anak yang sedang menyiapkan masa depannya.(ASR)









