Infokowasi.com – Pasca insiden tewasnya pekerja tergiling mesin, Minggu (9/6/2024). Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi bersama BPJS Ketenagakerjaan, melakukan inspeksi mendadak ke pabrik kapur PT BBM di Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah. Rabu (12/6/2024).
Kedatangan rombongan didampingi Forkopimcam Jampangtengah itu sempat ditolak oleh petugas keamanan perusahaan, rombongan dilarang masuk ke area pabrik.
“Kami bukan menolak, tetapi amanat dari perusahaan bahwa beberapa hari kedepan perusahaan di off dulu. Kami kurang paham apa penyebabnya, dan kami hanya menjalankan tugas,” kata pria yang mengaku sebagai petugas keamanan di perusahaan tersebut.
Camat Jampangtengah, Chairul Ichwan, S.STP. mengaku kecewa dengan sikap pihak perusahaan yang dinilai tidak kooperatif.
“Padahal kedatangan kami bersama rombongan dari Disnaker itu untuk membantu meluruskan. Jika tidak ada ijin maka dari Dinas akan membantu,” ucap Chairul.
Disinggung adanya insiden tewasnya pekerja tergiling mesin, Chairul menuturkan, jika sudah ada koordinasi atau pertemuan antara pihak perusahaan dengan korban itu sah-sah saja.
“Akan tetapi ada kewajiban dari pihak perusahaan untuk menempuh prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah,” tandas Chaerul.
“Kami akan terus mencoba memediasi dengan pihak perusahaan supaya bisa duduk bersama, untuk membahas ijin bagaimana mempekerjakan karyawan, dan yang paling penting terkait BPJS Ketenagakerjaannya, karna itu kewajiban perusahaan,” pungkas Chaerul.
Dikabarkan sebelumnya, diduga tergiling mesin penghalus batubara, Usman (21) salah satu pekerja tambang di perusahaan tersebut meninggal dunia.
MY Kuncir









