Infokowasi.com – Hari Gerakan Satu Juta Pohon pertama kali dicetuskan di Jakarta pada tanggal 10 Januari 1993 oleh Presiden Soeharto. Gerakan ini bertujuan mengajak masyarakat untuk mulai menanam pohon demi menjaga kelestarian bumi.
Hari Gerakan Satu Juta Pohon pada dasarnya dibuat sebagai upaya pelestarian lingkungan dan penyelamatan ekosistem hutan. Awal mula adanya gerakan ini adalah sebagai bentuk respons atas penebangan liar di hutan.
Kepala Dinas Koperasi Dan UKM Sri Hastuti Harahap menghimbau Manfaat menanam pohon juga penting untuk menjaga kelestarian hidup hewan dan tumbuhan. Berkat pohon, ketersediaan sumber makanan bagi hewan dapat terus berlangsung dengan baik. Mulai dari buah-buahan segar hingga berbagai sayuran yang juga bisa dikonsumsi oleh manusia, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin, ulasnya.
Lebih lanjut Sri Hastuti mengatakan, tujuan penanaman pohon dapat membantu mengatasi perubahan iklim dan Pohon menyerap karbon dioksida dari atmosfer, mengurangi efek rumah kaca dan membantu memperlambat laju perubahan iklim.
Sementara arah tumbuh ke atas mengingatkan kita untuk terus berkembang, memperluas manfaat, dan memberi keteduhan bagi orang lain. Dengan demikian, menanam pohon berarti merawat dua dimensi kehidupan sekaligus: apa yang tidak tampak dan apa yang tampak; apa yang tumbuh ke dalam dan apa yang tumbuh ke luar, pungkasnya.









