H +2 Lebaran, Wisatawan yang Berniat ke Ujung Genteng Dipaksa Putar Balik

Sukabumi, infokowasi.com – Dalam upaya mencegah perkembangan dampak pandemi Covid-19 di Indonesia, pemerintah baik pusat maupun daerah mengeluarkan kebijakan terkait social distancing, yaitu mengenai pelarangan berkerumun atau kegiatan berpotensi dapat mengumpulkan masa.

Salah satu kegiatan yang mendapat pelarangan dari pemerintah tersebut salah satunya adalah, larangan dibuka atau beroperasinya objek wisata.

H +2 Lebaran, Wisatawan Yang Berniat ke Ujung Genteng Dipaksa Putar Balik

Di Sukabumi, Jawa Barat, dikabarkan sejak 15 Maret 2020 lalu, hingga hari ini H +2 Lebaran 1441 H pihak pengelola obyek wisata Ujung Genteng tak memungut biaya dari para wisatawannya. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Koordinator obyek wisata Ujung Genteng pada Senin (25/5/2020).

Baca Juga :  YFSBBP Peduli Gerakan Cinta Damai

Kabar tersebut tentu saja banyak mengundang minat para wisatawan baik lokal maupun dari luar daerah untuk datang dan mengunjungi objek wisata yang terletak di ujung Kabupaten Sukabumi itu.

Menghadapi adanya arus wisatawan yang masuk ke wilayah tersebut, berkaitan dengan berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Daerah Sukabumi tak tinggal diam. Sejumlah titik pemeriksaan (check point) disiagakan de beberapa tempat guna menghalau wisatawan.

H +2 Lebaran, Wisatawan Yang Berniat ke Ujung Genteng Dipaksa Putar Balik

Wal hasil, banyak diduga wisatawan yang beralasan akan berkunjung kepada kerabatnya yang datang dari luar daerah terpaksa diperintahkan untuk memutarbalikkan kendaraannya dan dilarang berwisata ke wilayah Ujung Genteng untuk sementara ini.

Baca Juga :  Kecamatan Sukabumi Serahkan Amanat Langsung ke Masyarakat
Namun demikian beberapa tamu lokal yang datang dari sekitaran Jampang, Surade, Ciracap, Waluran, Ciemas, Agrabinta dan tempat lainnya, masih banyak yang lolos dari pemeriksaan petugas. Hal itu terjadi karena mereka (diduga wisatawan lokal) juga beralasan akan menemui sanak saudara untuk bersilaturahmi.

Sementara itu, dari pantauan infokowasi.com di lokasi wisata Ujung Genteng, sejumlah penjual makanan yang biasa berjualan untuk wisatawan, mengeluhkan kondisi dan hasil pendapatannya pasca mewabahnya virus mematikan itu dan seiring dikeluarkannya kebijakan PSBB.

“Pendapatan kami akhir-akhir ini menurun drastis, bahkan hampir 80 % anjloknya. Lebaran tahun 2018 lalu, pendapatan per hari kami rata-rata 2-3 juta. Sekarang, 2 ratus ribu saja itu sudah termasuk penghasilan kotor,” kata Sambas (49), pemilik warung nasi Selera Bahari yang berlokasi di Jalan TPI Kp. Ujunggenteng RT 02/01, Desa ujunggenteng Kecamatan Ciracap, kepada wartawan, Senin (25/04/2020).

Baca Juga :  Hadapi New Normal, Kapolsek Anyar Berikan Edukasi kepada Pengunjung Pantai

Reporter : M Kuncir
Editor : IK

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here