Infokowasi.com — Gemuruh rasa syukur dan kehangatan tradisi kembali membahana di kaki Pegunungan Halimun Salak. Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi secara konsisten menunjukkan komitmen nyatanya dalam mengawal dan melestarikan warisan leluhur melalui helatan agung Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam yang berlangsung khidmat pada 2–4 Oktober 2026.
Dipusatkan di Kampung Adat Gelar Alam, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, perayaan adat ini menjadi panggung utama refleksi spiritual dan budaya. Lebih dari sekadar ritual tahunan, Seren Taun merupakan puncak ungkapan rasa syukur masyarakat adat Pancer Pangawinan atas limpahan hasil bumi dan berkah panen, sekaligus wujud keteguhan jiwa dalam menjaga kearifan lokal yang telah melintasi rentang waktu hampir tujuh abad.
Keberhasilan menyelenggarakan tradisi hingga gelaran ke-658 ini menandaskan betapa kuatnya ikatan batin antara masyarakat adat dengan alam sekitarnya. Konsistensi merawat bumi dan budaya lokal ini pun mendapat apresiasi serta perhatian penuh dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Sebagai bentuk perlindungan dan penghormatan terhadap identitas budaya daerah, Disbudpora Kabupaten Sukabumi terus mendorong dan mengawal agar Tradisi Seren Taun Kasepuhan Gelar Alam mendapatkan pengakuan resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) nasional.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan tak hanya memperkokoh benteng pelestarian budaya Sunda, tetapi juga memancarkan nilai-nilai kearifan lokal Sukabumi ke panggung yang lebih luas.









