Sukabumi, infokowasi.com – Peranyaan Haul Ulama Kharismatik dan Pejuang 45 yang penuh karomah, KH. Muhammad Kholilullah atau Apa Lili yang ke-26 dan Masyaikh Pondok Pesantren Sirojul Athfal telah digelar pada tanggal 4 Maret 2023 bertepatan dengan tanggal 11 Sya’ban 1444 H di Pondok Pesantren Sirojul Athfal, Sukabumi – Jawa Barat.
Haul tersebut dihadiri oleh ribuan jama’ah yang berdatangan dari berbagai daerah dan masyarakat sekitar Sukabumi. Dalam rangka implementasi aspirasi para alumni Mutaqaddimien dan Miutaakhirien terbentuklah suatu wadah silaturahmi sesama alumni dan keluarga besar masyaikh Pondok Pesantren Sirojul Athfal yang dinamakan “Fosil Al-Kautsar” (Forum Silaturrahmi Alumni Sirojul Athfal) dengan tujuan menjaga Marwah Pondok Pesantren Sirojul athfal, Masyaikh dan keluarganya, serta mendorong kemajuaan Pondok Pesantren dalam mencetak santri yang berkualitas dalam penguasaan ilmu agama, berakhlaq dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan bangsa.
Saat acara haul Apa Lili tersebut ada agenda acara Pengukuhan Pengurus Fosil Al-Kautsar masa khidmat 2023-2024 berikut ini :
Pelindung
Yayasan Sirojul Athfal
Penasehat
1. KH. Babas Basrdin
2. KH. Fahrudin, LC
Pengurus Harian
Ketua
Aah Abdul Karim, S.Pd.I
Sekretaris
1. M. Sabil
2. Isman Indosopa, S.H.I
Bendahara
1. Nandan Solahudin, S.Ag
2. Hj. Iis Suryati, S.Pd.I
Koordinator Wilayah
~Sukabumi~
- Abdul Halim Razaq, SE
- Abdul Majid
- Yudi Taqyudin
- Jalaludin
- Ustadz Abdul Muiz
- Jamaludin
- Maksum Arya
~Bogor~
- Rustandi
- Samsul Budiman, S.Pd.I., M.Pd
~Bekasi~
- Junaedi
- Makmun
~Citayam / Depok~
- Sobari
- Abdussyukur
~Cianjur~
- KH. Ikhsan Mawardi
~Bandung~
- Salim
- Luthfi
~Jakarta~
- Kang Izzul
Kronologi pembentuknan forum tersebut dimulai dengan rapat Alumni ke-1 di Rumah KH. Djihad Muhammad Kholilullah pada tgl. 13 Juni 2022 yang dihadiri antara lain : Masyaikh Pondok Pesantren Sirojul Athfal : Ustadz Fachrudin, Lc, KH. Babas Basyarudin, Ustadz Azzam Muttaaqie dengan dan perwakilan Alumni seperti Kang H. Idrus, Kyai Abdul Muiz, Abah Yusup, Ustadz Isman Indosopa, SH.I, Ustadz Abdul Halim Razaq,SE, Bos Beras Maksum Arya, Nandan Solahudin,S.Ag, Ustadz Hendri dan Ustadz Abdul Majid dari sukabumi, Bos gula aren Ustadz Asep Kurniawan dari Cianjur, Ir. H. Komarudin dan H. Syihabuddin dari Jakarta dan para Alumni Mutaqaddimien dan muta’akhirien lainnya
Melanjutkan hasil rapat pertama itu maka pada tanggal 30 November 2022 diadakan pembentukan pengurus Alumni di Rumah Alumni Angkatan 1991 Ustadz Samsul Budiman, S.Pd.I, M.Pd – Cisawi Bogor yang dihadiri oleh Masyaikh Pondok Pesantren Sirojul Athfal : Ustadz Fachrudin, Lc, KH. Babas Basyarudin, Ustadz Azzam Muttaaqie dan perwakilan Alumni KH. Izzul Kholis dari Jakarta, Ustadz Sobari dari Citayam, Ustadz Aah Abdul Karim, S.Pd.I, Bos Beras Maksum Arya, Nandan Solahudin,S.Ag, dari Sukabumi, Kang Salim dari Bandung, KH. Ikhsan Mawardi dari Cianjur dan para Alumni Mutaqaddimien dan muta’akhirien lainnya serta dukungan moral dari alumni angkatan 70-an seperti : KH. O. Abdurrohman (Alumni Tahun 1972, Kang H. Munir (Alumni tahun 1975) dan Kang Hafidz (alumni tahun 1978).
Hasil pembentukan pengurus Fosil Al-Kautsar tersebut dikukuhkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Athfal Ustadz Fachrudin, Lc saat Haul Apa Lili dan Masyaikh pada tanggal 4 Maret 2023.
Menilik sepak terjang ulama kharismatik KH. Muhammad Kholilullah atau Apa Lili Sang Pejuang Kemerdekaan Bojongkokosan – Sukabumi tanda kecintaannya kepada NKRI sebuah refleksi Keimanan yang kuat darinya, bisa dikatakan Ia seorang Nasionalis Religious Sejati. sebagaimana Hadits Rasulullah SAW : “Hubbul Wathan minal Iman” Cinta kepada Tanah air (negara) adalah sebagian dari Iman.
Saat Perang Bojongkokosan ia masih berumur 32 tahun yang menguasai ilmu pencak silat seperti : Cimande, Gunung Batu dan Cikalong jadi Ia sangat mumpuni secara lahir dan batin dalam berperang melawan Belanda. Apa Lili sebagai Ulama Muda bersama Pasukan Hizbullah mengempur Pasukan Belanda dengan gagah berani tanpa gentar dan rasa takut kehilangan nyawanya di Perang Bojongkokosan yang disebut Perang Konvoi Pertama di Indonesia (The First Convoy Battle in Indonesia).
Kini tinggal Sebuah Golok kesayangannya sebagai saksi bisu yang valid saat menemani pertempuran tersebut. Ia pernah cerita kepada santrinya : ”Eta golok aya nu hideungan urut geutih walanda nu dikadeuk keur perang Bojongkokosan”. Dalam terjemahan bebasnya, artinya golok itu ada karatan bekas darah orang Belanda yang dibacok.
Kepiawaian Apa Lili dalam mendidik dan mencetak para santrinya sehingga berhasil menelurkan banyak alumni yang menjadi Dai, Kyai, Birokrat, Politisi, Guru dan Pengusaha, serta berbagai profesi lainnya yang kuat imannya Serta Berakhlaqul Karimah.
Adapun Rencana Kerja jangka pendek Fosil Al-Kautsar di implementasikan melalui program sebagai berikut :
- Pengajian rutin bulanan (Syahriahan)
Waktu : Malam minggu, minggu pertama tiap awal bulan
Pengajar : KH. Basrudin, Kang Jawad, Kang Fahrudin
Kitab nya :
a. Fiqih
b. Tasawuf : Al-Hikam
c. Kitab Isyarah Huruf Hijaiyah - Rekrutmen Santri Yatim
Salah satu ungkapan Arab yang terkenal mengatakan, “Orang yang tidak memiliki sesuatu maka dia tidak bisa memberikan apa-apa. Dalam Atsar yang telah dinukil dari Muhammad bin Sirin berkata, “Sesungguhnya ilmu agama (yang kamu pelajari) adalah agamamu (yang akan membimbingmu meraih ketakwaan kapada Allâh), maka telitilah dari siapa kamu mengambil (ilmu) agamamu.”
Sosok Apa Lili diketahui luas oleh para alumni dan masyarakat, teringat penggalan kalimat sang Proklamator Bapak Bangsa Bung Karno menyatakan “warisi apinya bukan abunya” dengan telah terbentuknya Fosil Al-Kautsar diharapkan disamping menjadi wadah silaturahmi juga sebagai perisai ajaran Apa Lili dan ahli sunnah wal jama’ah di tengah masyarakat.(Agung Munajat)









