Infokowasi.com — Peringatan HUT ke-81 TNI di Kabupaten Sukabumi tidak hanya diwarnai seremoni dan penghormatan terhadap perjuangan para prajurit. Momentum tersebut juga menjadi ruang memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, dan masyarakat melalui berbagai karya nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Salah satu perangkat daerah yang mengambil peran dalam kolaborasi tersebut adalah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi. Perannya diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar, pemulihan fasilitas publik, peningkatan kualitas lingkungan, hingga dukungan terhadap penyediaan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.
Salah satu wujud sinergi yang mendapat perhatian adalah rekonstruksi Jembatan Leuwidinding. Disperkim Kabupaten Sukabumi bersama TNI AL melaksanakan groundbreaking pembangunan kembali jembatan sepanjang sekitar 89 meter tersebut.
Pembangunan jembatan ini menjadi gambaran bahwa semangat kebersamaan dalam peringatan HUT TNI dapat diterjemahkan menjadi program yang memiliki manfaat langsung. Kolaborasi tersebut juga melibatkan CT Arsa Foundation dan PT CMNP Tbk, sehingga menjadi sebuah kerja bersama lintas sektor untuk memulihkan konektivitas masyarakat.
Jembatan bukan sekadar konstruksi yang menghubungkan dua sisi wilayah. Bagi masyarakat, keberadaannya berkaitan erat dengan kelancaran mobilitas, akses pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga distribusi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, pemulihan akses transportasi melalui pembangunan Jembatan Leuwidinding diharapkan mampu membuka kembali ruang gerak masyarakat dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Peran Disperkim juga berjalan beriringan dengan dukungan terhadap berbagai kegiatan teritorial TNI di Kabupaten Sukabumi. Semangat karya bakti dan kepedulian lingkungan diwujudkan melalui kegiatan yang menyasar kawasan pesisir, sungai, hingga lingkungan pasar tradisional.
Kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan kawasan permukiman yang sehat dan nyaman. Kolaborasi pemerintah dan TNI dalam menjaga lingkungan sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga tentang kualitas ruang hidup masyarakat.
Di sisi lain, momentum HUT TNI ke-81 juga menjadi bagian dari penguatan program penyediaan rumah layak huni. Disperkim terus mendorong penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan dukungan terhadap kondisi tempat tinggalnya.
Dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat juga diperkuat melalui program penyaluran air bersih, termasuk bagi masyarakat di kawasan pesisir seperti Ujung Genteng.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa semangat HUT TNI ke-81 di Kabupaten Sukabumi dapat menjadi momentum memperkuat gotong royong dalam pembangunan. Pemerintah daerah tidak berjalan sendiri, tetapi membangun sinergi bersama TNI, lembaga sosial, dunia usaha, dan berbagai unsur masyarakat.
Pada akhirnya, makna peringatan HUT TNI tidak berhenti pada panggung seremoni. Semangat “TNI Bersama Rakyat” justru terasa ketika kolaborasi diwujudkan dalam bentuk jembatan yang kembali menghubungkan warga, lingkungan yang lebih terawat, rumah yang lebih layak, dan akses kebutuhan dasar yang semakin dekat.
Dari semangat kebersamaan itulah pembangunan menemukan makna: hadir, bekerja, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.(ASR)









