Kampung Bantarmuncang Kulon Disemprot Fogging Guna Pencegahaan DBD dan Chikungunya

Kampung Bantarmuncang Kulon Disemprot Fogging Guna Pencegahaan DBD dan Chikungunya

Sukabumi-Cibadak, Infokowasi.comSecara khusus, fogging adalah teknik yang digunakan untuk membunuh serangga dengan menggunakan alat yang dapat menghasilkan asap.

Seperti halnya penyemprotan fogging nyamuk demam berdarah (DBD) untuk pencegahan dan tidak meningkatnya wabah penyakit demam berdarah dan chikungunya di beberapa ke-Rt-an Kp. Bantarmuncang Kulon RT 03/07 desa Sekarwangi kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Minggu 28 Juni 2020.

Kampung Bantarmuncang Kulon Disemprot Fogging Guna Pencegahaan DBD dan Chikungunya

Hal ini terlihat antusias sejumlah masyarakat wilayah Kp. Bantarmuncang Kulon RT 03/07 desa Sekarwangi kecamatan Cibadak melakukan penyemprotan (fogging) untuk membunuh nyamuk Aides Aegypti.

Baca Juga :  2020/08/03 Wow! Kota Sukabumi COVID-19: Terkonfirmasi Bertambah lagi

Nampak warga bergotong royong selama proses penyemprotan dilakukan, selain petugas juga calon ketua RW 07 kp. Bantarkulon, dan ada bebearapa tokoh masyarakat yang ikut mendampingi operator mesin fogging.

Kampung Bantarmuncang Kulon Disemprot Fogging Guna Pencegahaan DBD dan Chikungunya

Sejumlah warga juga berharap semoga anak-anak mereka tidak terserang virus DBD.

Biaya sewa mesin fogging dan tenaga operator, solar serta logistik yang dikeluarkan dari dana pribadi.
Biaya kurang lebih hampir sekitar Rp. 2,5 juta.

Basri dengan sapaan Babas, selaku calon ketua RW 07, menyampaikan terima kasih kepada petugas penyemprotan dan masyarakat yang sangat membantu warga kami.

Baca Juga :  Info Terbaru (4/5/2020) Data Covid-19 Kabupaten Sukabumi : PDP Cidahu Menyamai PDP Cicurug

“Mudah-mudahan dengan adanya penyemprotan ini, masyarakat lebih waspada dengan penyakit demam berdarah( DBD),” paparnya.

“Harapan saya sebagai calon ketua RW.07 kp. Bantarmuncang Kulon. Masyarakat bisa menjaga lingkungan rumah agar nyamuk tidak bersarang di tempat-tempat endapan air yang bisa menimbulkan sarang demam berdarah (DBD ) dan juga ke depannya masyarakat untuk saling mengingatkan arti gotong royong supaya lingkungan bersih dan kondusif,” pungkasnya.

Laporan :Ade irawan
Editor : Nurhayaty

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here