Infokowasi.com – Kampung Melon yang berlokasi di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi, kini menjadi salah satu destinasi wisata edukatif berbasis pertanian yang menarik perhatian masyarakat. Saat ditemui langsung oleh tim RCL di lokasi, owner sekaligus pengelola Kampung Melon, Muhamad Halid, S.P., menceritakan awal mula berdirinya agrowisata tersebut.
Muhamad Halid yang merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Sukabumi menjelaskan bahwa Kampung Melon berawal dari masa pandemi Covid-19. Saat itu, melalui kolaborasi dan sinergitas dengan Pemerintah Desa Sukajaya, tercetus gagasan untuk mengembangkan komoditas melon di lahan seluas kurang lebih 6 hektar sebagai upaya meningkatkan potensi pertanian dan ekonomi masyarakat.
Saat ini, Kampung Melon menanam 11 jenis varian melon dengan bibit unggulan yang berasal dari berbagai negara, seperti China, Taiwan, hingga Korea. Pengunjung dapat menikmati pengalaman memetik langsung buah melon dari kebunnya, kemudian ditimbang untuk dibawa pulang dengan harga Rp30.000 per kilogram. Menariknya, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk.
Tidak hanya sebagai tempat wisata, Kampung Melon juga menghadirkan unsur edukasi, mulai dari pengenalan jenis melon, cara budidaya, hingga pemahaman tentang habitat tanaman melon itu sendiri. Konsep ini menjadikan Kampung Melon sebagai destinasi wisata keluarga, pelajar, maupun komunitas yang ingin belajar langsung dari alam.
Muhamad Halid berharap ke depan Kampung Melon dapat terus berkembang dan memberikan suasana yang indah, nyaman, serta bermanfaat bagi para pengunjung. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan Kampung Melon tidak terlepas dari sinergitas yang sangat baik dengan Kepala Desa Sukajaya beserta seluruh jajaran pemerintah desa yang terus memberikan dukungan.
Dengan konsep wisata, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, Kampung Melon Sukajaya diharapkan mampu menjadi ikon agrowisata unggulan di Kabupaten Sukabumi.









