Infokowasi.com – Simbol “@” dipakai di email dan medsos untuk memisahkan nama pengguna dari domain (email) atau untuk menyebut/menandai pengguna lain (medsos), karena Ray Tomlinson memilihnya pada 1971 sebagai pemisah alamat yang jelas dan tidak membingungkan, dan seiring waktu diadopsi oleh media sosial untuk menandai interaksi antarindividu.
Dalam Email
Pemisah Nama Pengguna dan Domain: Simbol “@” (dibaca “at”) memisahkan nama pengguna dengan domain server email. Contohnya, pada alamat nama@domain.com, nama adalah nama pengguna, dan domain.com adalah servernya.
Penciptaan:
Ray Tomlinson memilih “@” untuk program email pertamanya pada tahun 1971 karena simbol ini adalah satu-satunya karakter yang ada di keyboard tanpa nama orang, sehingga tidak akan membingungkan saat digunakan dalam alamat email.
Tujuan:
Penggunaan “@” menjadikan alamat email unik dan memudahkan sistem mengarahkan pesan ke pengguna yang tepat.
Dalam Media Sosial
Menyebut atau Menandai Pengguna: Simbol “@” digunakan untuk “me-mention” (menyebut atau menandai) pengguna lain dalam sebuah postingan, seperti membalas komentar atau menyebutkan seseorang di foto.
Interaksi dan Koneksi: Penggunaan ini menjadi alat komunikasi untuk menarik perhatian individu, melibatkan mereka dalam percakapan, atau memastikan mereka melihat konten yang relevan dengan mereka.
Adopsi dari Pengguna: Penggunaan “@” di media sosial diadopsi secara organik oleh komunitas pengguna, misalnya di Twitter dan Instagram, sebelum menjadi fitur resmi pada platform tersebut.
Perkembangan dan Makna
Simbol Universal: Dari fungsi dasarnya sebagai pemisah alamat, “@” telah berkembang menjadi simbol universal konektivitas, komunikasi, dan interaksi sosial di era digital.
Sejarah Panjang: Meskipun terkenal di dunia digital, simbol “@” memiliki sejarah panjang sejak abad pertengahan, digunakan dalam konteks perdagangan sebagai penanda “per unit” atau satuan volume. (RS)









