KOMISI SATU, TENGAHI KONFLIK TERKAIT SENGKETA LAPANGAN BADAK PUTIH

LAPANG TANAH BADAK PUTIH

Sukabumi, infokowasi.com – Belakangan ini, seseorang bernama Simbada mengajukan Klaim sebagai pemilik lahan tersebut, sedangkan secara umum diakui tanah tersebut milik pemerintah.

“Ada warga yang mengadu ke DPRD sebagai pemilik tanah Lapang Badak Putih. Ada juga warga yang memberikan keterangan bahwa Tanah Tersebut Milik Pemerintah. Supaya tidak muncul konflik, dua kelompok warga ini kita ajak duduk bersama,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman kepada wartawan, Kamis (19/3/2020).

Hasil pertemuan, sesuai pembicaraan dengan BPN, aset tanah Badak Putih merupakan aset pemerintah. Jadi tidak bisa distatus kan sebagai lahan sengketa. Nantinya warga yang belum puas silakan mengajukan perkara ke pengadilan berdasarkan data yang dimilikinya.

Baca Juga :  Ruang Laboratorium SMPN 1 Jampangtengah Ambruk

“Sebenarnya warga yang menggugat dan dia yang digugat masih saudara. Jadi penyelesaiannya harus duduk bersama, ngobrol dari hati ke hati,” ucap Paoji dewan dari Fraksi PDIP komisi 1.

lapang tanah Badak Putih

Pertemuan dengan model duduk bersama itu digelar di Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Cibolang, Cisaat, pada Rabu (18/3/2020).

Pada pertemuan itu tampak hadir Simbada dan keluarganya yang mengklaim sebagai pemilik Lapang Badak Putih dan Asep Sudeng Herawan selaku inisiator ketiga RW yang bersaksi bahwa tanah tersebut miliki pemerintah.

Pada pertemuan itu hadir pula Camat Palabuhanratu Ahmad Syamsul Bahri dan perwakilan dari BPN Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :  HPN Di Tengah Pandemi, Pers Tetap Berkomitmen Jalankan Fungsi Jurnalistik Dengan Optimal

Simbada bersikukuh, dirinya memiliki bukti kepemilikan oleh nenek moyangnya atas tanah Badak Putih tertanggal 31 Januari 1930. Kondisi saat ini, lapangan yang terletak di belakang Setda Kabupaten Sukabumi itu digunakan sebagai lapang sepak bola dan di sekelilingnya terdapat rumah penduduk.

“Kesimpulan dari pertemuan itu sudah jelas berdasarkan bukti-bukti dan keterangan, Lapang Badak Putih milik negara. Tadi kan sudah ada penjelasan dari BPN,” kata Paoji seusai pertemuan.

Asep Sudeng juga bertahan pada status De Facto, Lapang Badak Putih adalah Milik Pemerintah yang digunakan oleh masyarakat untuk kegiatan olahraga. Masyarakat akan mepertahankan tanah tersebut Sebagai Fasilitas Olahraga Milik Pemerintah.

Baca Juga :  Ucapan Selamat Bupati Wakil Bupati Sukabumi Periode 2021-2026 Dari Ketua PGB Sukabumi

“Saya sendiri tidak ada niat atau keinginan untuk menguasai tanah tersebut. Hak saya hanya mempertahankan Lapang Badak Putih Sebagai Fasilitas Olahraga,” ujar Asep,

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Kowasi angkat bicara, ” apapun masalahnya harus sesaui dengan prosedur dan aturan yang berlaku baik secara Yuridis ataupun De Facto, semua harus bisa menerima dengan lapang dada”, imbuh Budi. Apalagi Lapang tersebut dipergunakan warga masyarakat setempat untuk kepentingan bersama salah satunya untuk Fasilitas Olahraga, tambahnya.

Laporan: Wahyu Humaedi
Editor: Yossy

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here