Infokowasi con- Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) adakan kegiatan sosialisasi pencegahan pengawasan kerawanan masa kampanye, masa tenang dan pungut hitung menjelang pemilihan umum (pemilu) di tahun 2024 mendatang
Jadi, hari ini kita memiliki kegiatan yang diutamakan yaitu kegiatan kegiatan pencegahan, karena pencegahan hari ini sangat didahulukan dalam bentuk ada sosialisasi, ada naskah dinas ada MOU dan lain sebagainya. ujar Hj.Nuryamah Komisioner Bawaslu Propinsi Jawa Barat kepada infokowasi, Minggu (10/12/2023)

Nah, yang sudah kita lakukan berjumlah 7038 kegiatan. Sisanya tinggal 13 lagi dan harus selesai di akhir bulan atau pun di tanggal 22 ini nantinya akan disebar di seluruh kabupaten/kota se-provinsi Jawa Barat
Menurutnya, Kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif tersebut tentu melibatkan masyarakat, yang mana konteks nya berbagai macam, karena di surat perintah no 127 tahun 2023. Yang harus di ajak dalam pengawas partisipatif itu diantaranya adalah kaum disabilitas, pemilih pemula kaum perempuan, dan lain sebagainya
Maka konteks hari ini, santri ini kan bagian dari pemilih pemula yang memang harus diajak menjadi pengawas partisipatif harus diberikan pendidikan politik, harus menjadi pemilih yang cerdas. Intinya seperti itu, bebernya
Lebih lanjut, Hj.Nuryamah mengatakan, karena memang kegiatan-kegiatan pencegahan ini kan banyak juga, tadi disebutin ada pelatihan ada sosialisasi dan lain sebagainya.
Ada 3 (tiga) tahapan krusial bukan dalam artian tahapan tahapan sebelumnya bukan tidak penting dari PKPU ini. Ada 11 (sebelas) tahapan dan yang tiga tahapan krusial ini sedang ada di hadapan kita ada yaitu tahapan kampanye, tahapan hari tenang maupun tahapan pungut dan hitung
Ditambahkannya, memang ada banyak kerawanan-kerawanan yang terjadi hasil dari pada indeks kerawanan pemilu yang diluncurkan oleh Bawaslu RI. Jawa Barat ini kan masuk pada rawan tinggi ke empat se-Jawa Barat.

Nah, di dalamnya adalah terkait dengan kerawanan kampanye hari tenang dan juga pungut hitung, apa saja kerawanannya? yaitu terkait dengan money politik, ada hoaks, ada politik identitas dan juga keterlibatan ada Kades, ada ASN atau bahkan juga para penyelenggara pemilu itu sendiri.
Ya, tentu harapan kami, kenapa hari ini lebih di kedepankan pencegahan supaya dalam perjalanan tahapan ini tidak lagi banyak pelanggaran-pelanggaran yang memang dilanggar baik itu oleh orang-orang yang dianggap tidak boleh berpihak atau peserta pemilu itu tadi gitu ya
Dan, Kenapa di tekankannya kepada masyarakat karena masyarakat sendiri ataupun diawali dari masyarakat dulu, jangan berharap kepada orang lain.
Tapi pastikan bahwa masyarakat di sini menyadari bahwa memang pemilu hari ini harus pemilu yang berintegritas, dengan cara mereka yang menyetopnya sendiri ketika ada misalkan money politik stop dari dirinya sendiri, ketika ada hoaks stop dan tidak men forward dan lain sebagainya, hal ini di jelaskan Hj.Nuryamah Komisioner Bawaslu Propinsi Jawa Barat kepada Awak media.
My.Kuncir









