Infokowasi.com – Mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW di saat ini, bisa dilakukan dengan cara mengikuti dan meneladani pewarisnya, yaitu para ulama.
Seperti hadist Rasulullah SAW:
إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sungguh para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (H.R. At-Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Mengikuti hadist tersebut, H. Iyos Somantri selalu berusaha untuk dekat dengan ulama untuk bersilaturahmi, berkonsultasi dan mengharapkan nasihat-nasihat serta tausiahnya. Termasuk kepada ulama besar Abuya KH Abdullah Mukhtar, Pemimpin Pondok Pesantren An-Nidzom di acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
Semoga kita semua tergerak hati untuk senantiasa mendekatkan diri kepada para ulama, yang merupakan pewaris Nabi, dan meneladani setiap ajaran Rasulullah SAW. Sehingga kelak di akhirat nanti, kita diakui sebagai umat beliau dan mendapatkan syafaatnya.
Robi










