Mau Menangkal Berita “Hoax”? Ini 5 Langkah Mudahnya

5 langkah menangkal hoax

Jakarta, infokowasi.com – Akhir-akhir ini di dunia maya banyak bermunculan informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax” yang disebarkan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab. Bahkan ketika dunia tengah menghadapi dampak wabah pandemi Virus Corona (Covid-19) seperti sekarang ini. Tidak sulit sebenarnya untuk menangkal hoax.

Hingga pertengahan Maret 2020, dikutip dari detik.com, hasil identifikasi Tim Ais Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), telah menemukan total sebanyak 242 konten hoax dan disinformasi yang berkaitan dengan Virus Corona (Covid-19). Seluruh konten itu tersebar di platform media sosial maupun website dan platform pesan instan.

Jika tidak ada kehati-hatian, netizen pun dengan mudah akan termakan tipuan hoax bahkan ikut menyebarkan informasi palsu tersebut. Akibatnya tentu akan ada banyak pihak yang dirugikan. Lalu bagaimana caranya agar tak terhasut dan tertipu berita hoax?

menangkal hoax secara mudah - infokowasi

Seperti yang dilansir dari laman resmi Kemenkominfo, Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax Septiaji Eko Nugroho pada 2016 silam juga pernah menguraikan lima langkah sederhana yang bisa membantu dalam mengidentifikasi mana berita hoax dan mana berita asli. Berikut infokowasi.com sajikan kembali penjelasan bagaimana cara menangkal hoax :

  1. Hati-hati dengan judul provokatif

Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax.

Baca Juga :  SMK Langlang Buana Mulai Membuka Pendaftaran Online

Oleh karenanya, apabila menjumpai berita dengan judul provokatif, sebaiknya Anda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya Anda sebagai pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

  1. Cermati alamat situs

Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

  1. Periksa fakta

Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik atau pengamat.

Baca Juga :  Mulai Senin Siswa Belajar dari Rumah lewat TVRI, ini Jadwalnya

Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.

cek fakta untuk menangkal hoax

Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

  1. Cek keaslian foto

Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Baca Juga :  Jangan sampai ada yang kurang, Syarat Mendaftarkan Anak Sekolah Dasar Tahun Ajaran 2020

Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

menangkal hoax secara mudah

  1. Ikut serta grup diskusi anti-hoax

Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup-grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya “crowdsourcing” yang memanfaatkan tenaga banyak orang.

Oleh : Iwa Kuswara
sunting : Wandi Darmawan
dari berbagai Sumber

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here