Beranda Peristiwa Mengusung Kenyamanan Dan Kebersamaan, Pasar Cicurug Jadi Inspirasi Pengelolaan Pasar Rakyat

Mengusung Kenyamanan Dan Kebersamaan, Pasar Cicurug Jadi Inspirasi Pengelolaan Pasar Rakyat

Infokowasi.com – Kepala UPTD Pasar Cicurug, Sulaeman, S.AP, memaparkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan dalam upaya menjadikan Pasar Cicurug sebagai ruang ekonomi yang nyaman, tertib, bersih dan penuh nilai sosial.

Sulaeman menjelaskan bahwa pasar yang ia kelola tidak hanya menitikberatkan pada aktivitas jual beli semata, namun juga pengelolaan secara menyeluruh yang mencakup kebersihan, keamanan, serta keterlibatan aktif warga pasar. Ketertiban dan kerapian menjadi prioritas, demi menciptakan kenyamanan baik bagi pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja.

“Pasar Cicurug ini dibangun dengan konsep semi modern. Artinya, kita tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional pasar, tapi dalam suasana yang lebih bersih, tertata, dan nyaman,” tutur Sulaeman.

Di luar pengelolaan fisik, berbagai kegiatan sosial , kebersihan rutin setiap hari jumat dan keagamaan rutin dilaksanakan. Salah satu program unggulan adalah ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) yang digagas bersama pengelola pasar dan warga Pasar. Program ini tak hanya mempererat rasa kebersamaan, tapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan pasar.

Selain itu, berbagai kegiatan lain juga digelar secara rutin seperti perayaan hari-hari besar Islam, santunan untuk anak yatim, khitanan massal, hingga bantuan untuk korban bencana. Bahkan, UPTD Pasar Cicurug turut membantu pengobatan bagi santri di Pondok Pesantren Annizomiah Rawasidkin yang berada tepat di depan pasar. Kepedulian semacam ini menjadi wajah lain dari pasar sebagai pusat solidaritas masyarakat.

Tak kalah penting, sebagian besar pegawai dan pengelola pasar telah terdaftar dalam program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan pelaku pasar.

Menutup perbincangan, Sulaeman menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar terus mendorong dan mendukung program-program pemberdayaan di pasar rakyat.

“Kami berharap pemerintah terus hadir, bukan hanya dari sisi anggaran, tapi juga dalam bentuk pelatihan, digitalisasi pasar, serta promosi yang membantu pedagang kecil bersaing di era digital ini,” ujar Sulaeman.

Ia juga menyadari bahwa di tengah gempuran belanja online dan platform digital, pasar tradisional perlu terus berbenah agar tetap menjadi pilihan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kenyamanan, pelayanan, serta pendekatan yang lebih ramah menjadi kunci agar pasar tetap hidup dan relevan.

“Pasar bukan hanya tempat jual beli, tapi juga tempat membangun interaksi sosial, budaya, dan kebersamaan. Itulah nilai lebih yang tak dimiliki platform online. Tapi tentu, kami juga harus terus beradaptasi,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pasar Cicurug menjadi contoh bagaimana pasar rakyat bisa tetap menjadi pusat ekonomi, sosial, dan spiritual yang hidup dan berkembang.(RS)

Sumber : RCL

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakWorkshop Kader Pendata Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 Di 3 Kecamatan Nagrak, Parungkuda, dan Cidolog – Kabupaten Sukabumi
Artikulli tjetërParipurna Ke-26 DPRD Kabupaten Sukabumi: Pengambilan Keputusan atas Raperda tentang RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2025-2029 dan Penandatanganan BA Persetujuan Raperda dan Nota Kesepakatan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2025

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini