Mewujudkan Ekonomi Rakyat yang Berdaulat Bersama Anggota yang Sehat dan Koperasi yang Kuat

Mewujudkan Ekonomi Rakyat yang Berdaulat Bersama Anggota yang Sehat dan Koperasi yang Kuat

Sukabumi, infokowasi.comMewujudkan Ekonomi Rakyat yang Berdaulat Bersama Anggota yang Sehat dan Koperasi yang Kuat adalah tema dari Hari Koperasi Nasional 2020.

Tepat pada hari ini tanggal 12 Juli 2020 Koperasi Nasional sudah berusia 73 tahun, infokowasi.com mengucapkan :

DIRGAHAYU KOPERASI NASIONAL! (12 Juli 1947-12 Juli 2020)

Harkopna 2020

SEJARAH KOPERASI NASIONAL
Pada abad ke-20 Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak.
Hal ini lantas mendorong Beberapa orang mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama.
Pamong Praja Patih R. Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi) pada tahun 1896. Ia mendirikan Bank tersebut dengan tujuan untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.
Cita-cita Patih tersebut dikembangkan oleh seorang asisten residen Belanda De Wolff van Westerrode. Ia menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian.
Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa dan menganjurkan para petani menyimpan pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik.
Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi.
Pemerintah Belanda tidak menjadikan Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa menjadi Koperasi tetapi, membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa, rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Pada tahun 1908, Dr. Sutomo mendirikan Budi Utomo yang berperanan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat.
Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatiev
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusaha-pengusaha pribumi.
Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Pada tahun 1933 Usaha Koperasi mati untuk yang kedua kalinya setelah dikeluarkan UU yang mirip UU no. 431.
Pada masa kedudukan Jepang, Jepang mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berganti dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

“Kekuatan koperasi ada di tangan kita. Baik buruknya koperasi kita yg menentukan. Ayo bersama kita bangun solidaritas dan perkuat koperasi agar bisa semakin bermanfaat utk bangsa Indonesia!” lanjutnya.

Pada Hari Koperasi Nasional 2020, Menteri Koperasi dan UKM telah mengirimkan Kata Sambutan tertulisnya yang telah dikirimkan kepada seluruh Kepala Daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Info Terbaru (9/5/2020) Data Covid-19 Kabupaten Sukabumi : PDP Bertambah 2

Berikut ini SAMBUTAN TERTULIS MENTERI KOPERASI DAN UKM PADA PUNCAK PERINGATAN KE-73 HARI KOPERASI NASIONAL TAHUN 2020 , klik : Sambutan Menteri dalam rangka Peringatan Harkopnas 2020

Semangat untuk Mewujudkan Ekonomi Rakyat yang Berdaulat Bersama Anggota yang Sehat dan Koperasi yang Kuat.

 

RED

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here