Beranda Peristiwa Nasib Petani Serai Dapur Menjerit Akibat Harga Menurun Anjlok

Nasib Petani Serai Dapur Menjerit Akibat Harga Menurun Anjlok

Infokowasi.com – Sukabumi, Februari 2025 – Petani serai dapur (Cymbopogon citratus) di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, tengah menghadapi krisis akibat anjloknya harga jual di tingkat petani. Saat ini, harga serai dapur di lapangan hanya berkisar Rp600 per kilogram, jauh di bawah harga yang layak untuk menutup biaya produksi dan tenaga kerja.

Situasi ini membuat banyak petani resah, termasuk Ewok Suhenda dan Dadang Mulyana, dua petani yang telah bertahun-tahun menanam serai dapur sebagai salah satu komoditas andalan di wilayah tersebut. Mereka berharap agar program Seknas Genta Pangan Mandiri dapat segera direalisasikan guna memberikan solusi nyata atas permasalahan harga yang semakin tidak menentu.

Harga Jatuh, Petani Kian Terjepit

Serai dapur merupakan komoditas yang banyak dibutuhkan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri, terutama sebagai bahan baku minyak atsiri, obat-obatan herbal, dan minuman kesehatan. Namun, meskipun permintaan pasar tetap ada, harga jual di tingkat petani justru terus mengalami penurunan.

Menurut Ewok Suhenda, petani yang telah lebih dari sepuluh tahun menanam serai dapur, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa ada kepastian kapan harga akan membaik.

“Dulu harga serai masih bisa di atas Rp1.500 per kilogram, bahkan kadang mencapai Rp2.000 jika kondisi pasar sedang bagus. Tapi sekarang, harga hanya Rp600 per kilogram. Itu pun kami sulit menjual dalam jumlah banyak,” keluhnya.

Senada dengan itu, Dadang Mulyana mengungkapkan bahwa harga yang begitu rendah membuat petani mengalami kerugian besar. Biaya produksi, mulai dari pupuk, tenaga kerja, hingga transportasi ke pasar, tidak bisa ditutupi dengan harga jual saat ini.

“Kalau begini terus, lama-lama kami bisa gulung tikar. Serai ini bukan tanaman yang sulit ditanam, tapi kalau hasil panennya tidak bisa dijual dengan harga wajar, ya percuma. Kami butuh solusi yang konkret agar harga bisa lebih stabil,” ujar Dadang.

Biaya Investasi dan Produksi

Dalam budidaya serai dapur, petani harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Untuk lahan seluas satu hektare, estimasi biaya investasi dan produksi adalah sebagai berikut:

1. Biaya Investasi Awal:

– Pembersihan dan pengolahan lahan: Rp1.500.000

– Pembelian bibit (10.000 bibit): Rp8.000.000

– Peralatan pertanian: Rp3.000.000

– Total biaya investasi: Rp12.500.000

2. Biaya Produksi per Musim Panen:

– Pupuk dan pestisida: Rp5.000.000

– Tenaga kerja: Rp6.000.000

– Transportasi dan distribusi: Rp2.000.000

– Biaya operasional lainnya: Rp1.000.000

– Total biaya produksi per musim: Rp14.000.000

Dengan tiga kali panen per tahun, total biaya produksi tahunan mencapai Rp42.000.000, sementara dengan harga jual Rp600/kg, pendapatan yang diperoleh hanya sekitar Rp18.000.000 per tahun. Ini berarti petani mengalami kerugian yang cukup besar dan sulit untuk bertahan tanpa adanya solusi dari pemerintah maupun organisasi terkait.

Harapan pada Program Genta Pangan Mandiri

Melihat situasi yang semakin terpuruk, para petani berharap agar program Seknas Genta Pangan Mandiri segera direalisasikan dan bisa memberikan jalan keluar bagi mereka. Salah satu program yang dinantikan adalah penguatan rantai distribusi dan akses pasar, sehingga petani tidak lagi bergantung pada tengkulak yang sering memainkan harga.

Menurut Ewok Suhenda, salah satu permasalahan utama yang membuat harga serai jatuh adalah kurangnya akses langsung ke pembeli besar atau industri pengolahan, sehingga petani terpaksa menjual ke perantara dengan harga yang jauh di bawah standar.

“Kami butuh bantuan agar bisa menjual hasil panen ke pasar yang lebih luas, misalnya ke industri minyak atsiri atau eksportir. Kalau ada sistem kemitraan yang jelas, kami yakin harga bisa lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Dadang Mulyana menyoroti pentingnya inovasi dalam pengolahan produk, agar petani tidak hanya bergantung pada penjualan serai dalam bentuk mentah.

“Kalau ada pelatihan atau pendampingan dalam mengolah serai menjadi produk bernilai tambah, seperti minyak atsiri atau teh herbal, kami bisa mendapatkan harga yang lebih baik. Tapi sejauh ini, belum ada pendampingan seperti itu,” jelasnya.

Langkah Solutif yang Diharapkan

Program Seknas Genta Pangan Mandiri diharapkan dapat memberikan solusi yang nyata, bukan hanya dalam bentuk pendampingan teknis, tetapi juga dalam membangun ekosistem bisnis yang berpihak pada petani. Beberapa langkah yang diusulkan oleh para petani di Desa Girimukti antara lain:

1. Kemitraan Langsung dengan Industri

– Membangun kerja sama dengan industri minyak atsiri atau produsen herbal untuk membeli serai langsung dari petani dengan harga yang lebih stabil.

2. Pengolahan Produk Bernilai Tambah

– Mendorong pelatihan dan pendampingan bagi petani untuk mengolah serai menjadi minyak atsiri, teh herbal, atau produk lain yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

3. Akses Pasar Digital

– Mengembangkan sistem pemasaran berbasis digital yang memungkinkan petani menjual produk mereka secara langsung ke konsumen tanpa melalui perantara.

4. Skema Harga Minimum yang Adil

– Mendorong kebijakan harga minimum yang lebih adil agar petani tidak terus menerus dirugikan oleh fluktuasi pasar.

Membangun Masa Depan Petani Serai Dapur yang Lebih Sejahtera

Di tengah krisis harga ini, petani serai dapur di Desa Girimukti hanya bisa berharap ada perubahan nyata. Mereka tidak meminta bantuan dalam bentuk uang, tetapi mereka menginginkan sistem yang lebih baik, agar jerih payah mereka menghasilkan keuntungan yang layak.

Program Seknas Genta Pangan Mandiri diharapkan menjadi cahaya di tengah keterpurukan, membawa harapan baru bagi petani, dan memastikan bahwa pertanian serai dapur tetap bisa menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.

“Kami hanya ingin harga yang layak dan kepastian pasar. Jika ada sistem yang lebih baik, kami siap bekerja keras untuk masa depan yang lebih sejahtera,” pungkas Ewok Suhenda. (Mykuncir)

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakSeknas genta pangan mandiri DPC Ciemas Gelar Konsolidasi Persiapan Deklarasi dan Pelantikan DPC Sukabumi Raya Oleh DPD Seknas Genta pangan mandiri Sukabumi Raya
Artikulli tjetërPelatihan Konveksi Bidang Keahlian Menjahit Bersama Disperindag Kabupaten Sukabumi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini