Infokowasi.com – Tim RCL kembali melaksanakan kegiatan podcast dengan mengunjungi salah satu pelaku UMKM yang inspiratif di Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, yaitu UMKM ASYIFA SNACK yang dimiliki oleh Kang Cepi dan Teh Nia.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Cepi dan Teh Nia menyampaikan bahwa usaha ASYIFA SNACK telah berdiri sejak masa pandemi Covid-19. Berawal dari kondisi sulit saat pandemi, justru menjadi titik awal bangkitnya usaha yang kini terus berkembang hingga saat ini.
ASYIFA SNACK menyediakan berbagai olahan berbahan dasar pisang, seperti keripik pisang lantak dan sale pisang yang menjadi produk unggulan. Dengan cita rasa khas dan kualitas yang terjaga, produk-produk tersebut dipasarkan dengan harga yang terjangkau, yakni sekitar Rp20.000 per kemasan.
Saat ini, UMKM ASYIFA SNACK telah mampu meraih omzet pendapatan hingga kurang lebih Rp150 juta, yang menunjukkan potensi besar dari usaha lokal jika dikelola dengan baik dan konsisten.
Namun demikian, Kang Cepi juga menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, terutama dalam hal permodalan dan pemasaran digital. Ia mengakui masih terbatasnya pemahaman terkait penggunaan media sosial sebagai sarana promosi, sehingga berharap adanya pendampingan dan peningkatan literasi digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Melalui podcast ini, Tim RCL berharap UMKM ASYIFA SNACK dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat, serta mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik dalam pengembangan usaha maupun pemasaran berbasis digital.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan mengangkat potensi UMKM desa agar mampu bersaing dan berkembang di era digital.









