Infokowasi.com – Ajang kegiatan pasar malam yang dibalut ala Festival atau event internasional inspirasi dari Haji Syamsudin Mangan tokoh Kadin era tahun 1968. Pasca bangkitnya negara usai paska kelam pada waktu itu, Mengusulkan kepada Gubernur kala itu yaitu Ali Sadikin untuk mengadakan suatu even pameran dagang dan industri yang disertai aneka hiburan rakyat. Disamping menghidupkan kembali usaha – usaha kecil dan menengah yang sempat terganggu akibat konflik pasca tahun 65, juga sekaligus untuk menghibur masyarakat berbagai kelas sosial saat itu.
Maka oleh Gubernur Ali Sadikin disambut dengan baik dan pertama kali diadakan di Monas hingga tahun 1992 dipindah ke bekas lapangan terbang Kemayoran, dikenalah hingga saat ini Jakarta Fair.
Untuk pertama kalinya saat pandemi Covid 2019 sd 2022 Jakarta Fair ditiadakan. Menariknya dari tahun ee tahun semakin banyak tenant tenant dari berbagai jenis usaha kecil menengah hingga besar memiliki stand atau booth pameran tidak hanya dari Jakarta bahkan dari Luar Jakarta.
Berbagai Kuliner Betawi khususnya dapat dinikmati mulai dari Kerak Telor hingga Bir pletok mudah dijumpai di arena Pekan Raya Jakarta ini. Berbagai macam olahan soto dari berbagai daerah Nusantara turut memanjakan lidah para pengunjung. Dengan Tiket 30 ribu saat weekdays dan 40 ribu rupiah saat Sabtu dan Minggu terbayar puas dengan fasilitas hiburan mulai dari kora kora, komidi putar, Bianglala, bom bom car, ombak banyu, virtual movie 3 D. Dengan harga mulai dari 25 ribu hingga 30 ribu per wahana. Harga kuliner yang ramah dikantong menjadikan Pekan Raya Jakarta Selalu Tumpah Ruah oleh pengunjung, fasilitas lahan parkir dengan kapasitas 10 ribu kendaraan roda empat masih belum cukup menampung antusiasme pengunjung.
Bang Syahri, penjual Kerak Telor sejak 10 tahun terakhir ini mengungkapkan dengan logat betawinya yang kental, “bersyukurlah sama pemerintah DKI yang terus melestarikan ini pekan. Kalo gak ada pekan raya Jakarta mungkin Kerak Telor tinggal cerita doang.’ Pungkas Abang Syahri.
Panorama malam khas pasar malam dengan berbagai armada Food Truck yang menjajakan berbagai kuliner dari Western dan Asia ternyata masih cantik nan ayu seperti dulu.
Indra









