PEMBANGUNAN JEMBATAN RATU MANDALA SUNGAI CIPAMARANGAN OLEH P3K SUDAH 45 PERSEN

PEMBANGUNAN JEMBATAN MUARA CIPAMARANGAN

 

Sukabumi, Surade, infokowasi.com – Pembangunan jembatan beton sungai Cipamarangan dekat muara Cimandala saat ini sudah mencapai 45 persen, yang berlokasi di Kampung Sukamulya Rt.12/13 Desa Buniwangi Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya Muspika Surade membuka pembangunan Jembatan Ratu Mandala ini oleh Pemcam Surade melalui proses pengajuan yang direncanakan sebagai prioritas pembangunan warga Desa Buniwangi melalui Program Partisipasi Pembangunan Kecamatan (P3K), “Pelaksanaan gerakan gotong rotong dan sosialisai pembuatan Jembatan Ratu Mandala yang berada diatas Muara Kali Cipamarangan ini menghubungkan antara Desa Buniwangi dan Desa Cipendeuy Kecamatan Surade,” terang Camat Surade H. Utang Supratman kepada wartawan di ruang kerjanya Senin (23/3/2020).

Dengan dibangunnya jembatan Muara Kali Cipamarangan ini dapat mendorong kebutuhan masyarakat demi memperlancar transportasi lalu lintas kendaraan roda 2 dan roda 4.

Selain mempermudah akses perekonomian, kesehatan, keagamaan dan siswa-siswi sekolah, diantara murid SDN Ratu Mandala dan MTS Ar-Rahmah Desa Cipendeuy, serta para petani setempat melaui jembatan tersebut. Lebih dari itu, juga bisa meningkatkan perekonomian warga Desa Cipendeuy dan Desa Buniwangi. “Bahkan para pengunjung yang akan berwisata ke Geopark Ciletuh juga nyaman jika melaui jembatan,” Tutur Camat.

Baca Juga :  Pelaku Home Industry Mulai Diinventarisir oleh Pemerintah Desa Jampangtengah

Sementara Ketua Pokmas P3K Sulaeman, menjelaskan volume jembatan yang dibangun adalah sepanjang 42 meter dengan lebar 3 meter, plus urugan 20 meter. Sumber Anggaran pembangunan jembatan ini di peroleh dari APBD II tahun 2019 senilai Rp.943.000.000.

Ada sedikit kendala dilapangan, berdampak kepada proses waktu, misal pengeringan air menggunakan 2 buah mesin sedot honda dan mesin disel yanmar, rata-rata per hari menghabiskan 13 liter/hari, solar 5 liter/hari, Bensin 8 liter/hari, dan selama 2 minggu, jika dihitung 3 tiang x 2 minggu per tiang (Land hook/tiang) telah menyedot biaya diluar RAB.

Sedangkan pengerjaannya ditargetkan selama 120 hari. Di tempat yang sama, Kepala Desa Buniwangi, Dadan mengungkapkan, bahwa selain dari bantuan Pemerintah, pembangunan jembatan ini juga merupakan swadaya masyarakat dari 10 ke-RT-an yang ada didesa Cipeundey, mulai dari RT. 11 hingga 19 dengan menyerahkan lahan dan tenaganya. “Mereka sangat antusias rela menyumbangkan sebagian harta dan tenaganya untuk digunakan sebagi fasilitas umum, tidak ada yang meminta ganti rugi atas pelebaran jalan buat jembatan ini,” jelasnya.

Kades Buniwangi Dadan minta dukungan semua pihak, agar pembangunan jembatan beton ini, lantaran jembatan tersebut merupakan salah satu akses bagi meningkatkan perekonomian masyarakatnya, sekaligus mendukung program penyangga wisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Laporan : M.Kuncir Jampang Kowasi
Editor : Yossy

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here