Pierre Tendean & Masa SMA

Pierre Tendean & Masa SMA

Infokowasi.com – Citra Pierre Tendean muda, semasa sekolah menengah atas, tidak bisa lepas dan jauh-jauh dari motor Ducati.

Kesan inilah yang kami dapat dari rekan2 SMA beliau yang berhasil kami jumpai.

Pierre Tendean tercatat sebagai lulusan SMA B 1 (sekarang SMAN 1) Semarang angkatan 1958. Tahun 2018 saat riset buku biografi resmi Pierre Tendean, Sang Patriot berlangsung, grup alumni SMAN 1 Semarang yang baru menghelat reuni akbar di akhir tahun 2017, mencatat hanya tersisa 7 nama dari angkatan tersebut. Kontak yg mereka beri untuk kami adalah nama seorang guru besar FKUI yang cukup dikenal salah satu tim penulis.

“Anak orang terpandang, lebih dari berkecukupan, rumahnya paling besar di sepanjang Jalan Poncol, mengendarai Ducati hitam kemana mana.”

Baca Juga :  Hirosima 2. "Matahari Terbit" di Gunung Kekenceng

Tidak hanya Bapak Prof Dr Taslim yang bersaksi demikian, mantan jaksa agung Bapak Wahyudi Mangkuwiduro pun bertutur serupa.

Pierre sering berkunjung ke rumah teman sekolahnya di kompleks Perumahan Pegawai Kereta Api di jalan Poncol (sekarang jalan Imam Bonjol). Dari temannya ini Pierre berkenalan dengan Wahyudi, seorang anak rantau, yag merupakan siswa beda sekolah, di SMA C (sekarang SMAN 3 Semarang).

Sosok Pierre luwes dalam bergaul dan tidak membeda-bedakan kawan berdasarkan status sosial. Ia bahkan tidak canggung menyambangi dan menghabiskan waktu di kamar kos Wahyudi yang dihuni Wahyudi dengan 3 anak muda lain yang senasib seperantauan. Padahal kamar kos mereka hanya berupa garasi rumah Kepala Stasiun Kereta Api Poncol yg dimodifikasi.

Baca Juga :  MENU SAHUR HARI KE-10

Motor Ducati hitam inilah yang setia mengantar Pierre pulang pergi sekolah dan retreat kemana-mana di akhir pekan bersama sahabat-sahabat sekolahnya. Bahkan baru 1 minggu motor ini dimilikinya, sudah dijajalnya naik ke pegunungan daerah Demak. Pulang dari sana, Pierre mengalami kecelakaan kecil yang menyebabkan lampu sorot motor rusak. Lampu rusak itu dimasukkannya ke dalam kantong plastik dengan harapan tidak ketahuan oleh ayahanda. Bagaimana pun Pierre tetap mendapat teguran akibat kejadian ini.

Hanya Pierre yang boleh mencuci motor ini. Jangan harap orang lain bisa menyentuhnya sembarangan.

“Adios,” pamitnya kepada Ibunda yang mengantar di teras rumah setiap pagi dari atas Ducati kesayangan yang akan mengantarnya ke sekolah.

Baca Juga :  NYEUPAH, Sebuah Tradisi Yang Mulai Punah

Tunggangan boleh Ducati, tetapi teman setia memancing di laut lepas Semarang tetap dari kalangan tukang becak yang nongkrong di pertigaan Jalan Poncol tidak jauh dari rumahnya. Pertigaan yang sekarang menjadi pertemuan Jalan Imam Bonjol, bekas alamat rumah sang pahlawan dan jalan yang mengabadikan namanya, Jalan Piere Tendean.

You will be remembered. Always.
For your good deeds and exceptional personality exemplary

#pierretendean

Sumber :
Grup & page Sang Patriot : Biografi Resmi Pierre Tendean
Instagram Tim Penulis Sang Patriot : @pierresangpatriot

Laporan : Dadan Haekal
Editor : WD

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here