Pihak Pos Surade: Menepis Tudingan Adanya Kutipan Dana Banprov dan BST Covid-19

Pihak Pos Surade: Menepis Tudingan Adanya Kutipan Dana Banprov dan BST Covid-19

Sukabumi-Surade, infokowasi.com -Pimpinan cabang Kantor pos Kecamatan Surade, Asep berbicara blak-blakan soal pendistribusian paket sembako dalam urusan biaya pengiriman paket barang ada biayanya.

Kepala Kantor Pos Cabang Surade Asep, Sabtu 6/6/2020. Kepada wartawan, paket sembako yang bersumber dari Pemerintah Gubernur Jawa Barat.

Pihak Pos Surade: Menepis Tudingan Adanya Kutipan Dana Banprov dan BST Covid-19

Lanjut Asep pendistribusian paket sembako Banprov dilakukan bertahap dan penyaluran (transit di aula kantor Kecamatan Surade) selanjutnya dijemput oleh para relawan dari desa-desa dan didistribusikan kepada masyarakat keluarga penerima manfaat (KPM)

“Asep menjelaskan terkait biaya operasional untuk para relawan yang disertai surat dari kepala desa dan lurah masing-masing yang mendampingi adalah Babinmas babinsa. Termasuk biaya sewa gudang aya misalnya relawan : 1 paket 5000,- Di titik relawan Babinmas Rp. 75.000 dan Babinsa Rp.75.000,-/Desa kecuali untuk sewa gedung hanya titik kecamatan Rp.445.000,-

Dia memaparkan pernah merumuskan tata cara pengiriman paket sembako melalui rapat koordinaai di aula kantor kecamatan Surade bulan lalu, bersama pihak muspika dan para kepala desa serta lurah se- Kecamatan surade, waktu malam hari.

Baca Juga :  Desa Jayabakti Salurkan Bantuan Sosial Tunai DD Tahap 3

“Asep mengungkapkan pengakuannya saat berbincang dalam rapat terbaru di aula kecamatan Surade. Awalnya para pihak muspika surade melalui Forum komunikasi kecamatan Surade dan para kepala desa bertanya apakah pihak kantor pos punya kesanggupan untuk mengganti biaya operasional untuk dana pengiriman yang akan di antar oleh para relawan di setiap desa.”.

“Kami tidak memungkiri ya (Segala biaya operasional ), aku yang namanya udah komitmen dan dibuat kesepakatan bersama, hubungan dengan pihak desa, sampai punya kepercayaan sepenuhnya urusan pendistribusian paket sembako sudah menjadi tanggung jawab pihak desa dan relawan di desanya masing-masing.”.

“Paket sembako tersebut mengapa tidak langsung dikirim oleh pihak kantor pos, alasan tidak langsung di distribukan oleh pihak kantor pos Karena tempat di kantor pos tidak memungkinkan/cukup untuk menampung paket sembako dari Bulog karena kuota nya banyak bisa untuk mencari/menyewa tempat untuk penerimaan paket tersebut.”.

Baca Juga :  Info Terbaru (29/05) Data Covid-19 Kota Sukabumi
“Menepis soal isu yang beredar di lapangan soal adanya kutipan maupun potongan, tidak pernah terjadi dan itu tidak ada.Kalau pun ada silahkan tindak saja secara hukum,” ujar Asep, Senin (8/6/2020) Kepada wartawan.

Asep nama sapaan karibnya menuturkan, berbagi tugas itu bagus untuk kebersamaan dengan para kades dan relawan di desa-desa. “Bikin pikiran plong juga bagus,” Sambungnya.

Di tempat terpisah saat ditemui di posko satuan gugus Covid-19 Kecamatan Surade. Ukat Sukayat. SE., Senin 08/06/2020.

Seputar pendistribusian pihaknya membenarkan pada saat rapat kordinasi (RAKOR) pihak kantor pos surade untuk merumuskan kesanggupan dan kerjasama atas pendistribusian atau penyaluran paket sembako, Kantor aula untuk transit paket sembako alasannya,

Pihak Pos Surade tidak memiliki tempat penyimpanan atau gudang yang lebih besar setelah di ambil dari gudang Bulog Wilayah VI Jampangkulon.

Baca Juga :  Tinjau Pembangunan Jembatan Cibuni, Pjs.Bupati Sukabumi Harap Selesai Tepat Waktu

Muspika dan para kepala desa hanya mengusulkan data calon penerima bantuan yaitu masyarakat dari masing-masing desa dan tugas lainnya membantu sebagai relawan mengawasi dan mengetahui jumlah paket dan bantuan serta melaporkan kepada pihak bersangkutan, menampung terhadap bantuan penerimaan bantuan sosial gubernur berupa paket sembako, plus uang maupun bantuan yang lainnya seluruhnya yang bertanggung jawab melalui via kantor pos.

Lanjut tugas Ketua harian SATGAS gugus Covid-19 Kecamatan Surade, membantu memfasilitasi kewajiban pihak pos, adapun serah terima dengan para kepala desa dan lurah sesuai jumlah paketan dan uang di serahkan kepada pihak penerima langsung. sebagai penanggung jawab distribusi bantuan gubernur barang atau paket sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST) pihak Pos yang menyerahkan langsung Tuturnya.

Laporan : M Kuncir
Editor : WD
.

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here