Infokowasi.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi kembali menggelar program podcast JAKSA MENYAPA dengan mengangkat tema “PAKEM Menjaga Harmoni Menguatkan Kebangsaan”. Podcast kali ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Fahmi Rachman, S.H., M.H., Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi serta Jujun Juaeni, S.Sos., M.M., Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sukabumi.
Dalam podcast ini, Jujun Juaeni memaparkan kondisi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Sukabumi. Ia menyampaikan bahwa situasi umum masih dalam kategori kondusif, namun dinamika sosial, isu politik, hingga potensi gesekan antar-kelompok masyarakat tetap menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara berkelanjutan.
“Di Kabupaten Sukabumi tidak ada ideologi selain pancasila yang dilaksanakan dan diamalkan oleh warga Kabupaten Sukabumi, karena itu sudah menyangkut konsesus nasional dan harus kita jaga sebagai bukti bahwa kita hidup berbangsa dan bernegara sesuai dengan apa yang sudah menjadi konsesus dasar kenegaraan kita” ungkap Jujun.
Jujun menjelaskan, Kesbangpol memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas politik, keamanan, dan ketertiban masyarakat, terutama melalui penguatan komunikasi antar-lembaga dan pengamanan deteksi dini. Kesbangpol, lanjutnya, terus membangun sistem koordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan, guna memastikan potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sedini mungkin.
“Deteksi dini adalah ujung tombak kami sebagai langkah pencegahan. Kami membangun jejaring hingga tingkat desa untuk memastikan kerukunan sosial tetap terpelihara,” tambahnya.
Fahmi Rachman dalam kesempatan ini turut menanggapi paparan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kejaksaan, melalui mekanisme PAKEM (Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Masyarakat), memiliki mandat penting dalam memastikan kebebasan beragama tetap berjalan sesuai koridor hukum dan tidak menimbulkan disharmoni sosial.
“PAKEM bukan sekadar pengawasan, tetapi ruang koordinatif untuk memastikan kehidupan beragama berjalan damai, tertib, dan saling menghormati di Kabupaten Sukabumi” jelas Fahmi.
Di sisi lain, Jujun juga menyoroti peran penting masyarakat dalam menjaga ketertiban dan ketentraman. Ia mengajak seluruh elemen untuk terlibat aktif dalam membangun stabilitas daerah, terutama melalui penyampaian informasi yang benar dan tidak terpancing oleh provokasi maupun isu yang tidak terverifikasi.
Kesbangpol juga memaparkan sejumlah program strategis, mulai dari penguatan wawasan kebangsaan, peningkatan kapasitas forum-forum kerukunan, hingga koordinasi dengan para pemangku wilayah seperti forkopimcam. Dalam beberapa kasus, kolaborasi lintas instansi terbukti mampu mencegah potensi konflik dan mengembalikan keseimbangan sosial.
Fahmi menambahkan bahwa masyarakat memiliki hak dan tanggung jawab sosial untuk ikut menjaga keamanan lingkungan. Jika melihat potensi gangguan, warga diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang ataupun saluran resmi yang disediakan pemerintah.
Menutup sesi dialog, kedua narasumber sepakat bahwa harmoni dan ketentraman hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur—pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat—bersinergi serta berkomitmen menjaga kebersamaan.
“Kebangsaan bukan hanya konsep, tetapi praktik gotong royong dalam menjaga kedamaian,” pesan Fahmi.
“Mari menjaga Sukabumi tetap aman dan rukun. Stabilitas daerah adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Jujun.
Dengan terselenggaranya podcast Jaksa Menyapa ini, diharapkan kesadaran publik terhadap pentingnya harmoni serta deteksi dini konflik sosial semakin menguat, sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di Kabupaten Sukabumi.









