Rapid Test Tak Sama dengan Pemeriksaan Swab, Ini Penjelasannya

Rapid Test Tak Sama dengan Pemeriksaan Swab, Ini Penjelasannya

Sukabumi, infokowasi.com – Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi menegaskan rapid test dilakukan untuk penyaringan terhadap seseorang yang diduga memiliki gejala penyakit tertentu. Seperti halnya COVID-19 yang saat ini sedang ramai. “Jadi, rapid test ini untuk screening awal dan pemetaan. Sebab, waktu pemeriksaan lewat rapid test ini cepat,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi H. Harun Alrasyid, Sabtu (4/4/2020).

Oleh karena itu, untuk mendapatkan kepastian seseorang terdiagnosis COVID-19, dilakukan lewat tes swab hidung atau tenggorokan.
Dalam tes swab ini, diambil sampel lendir dari hidung dan tenggorokan untuk diperiksa menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Hasil tersebut akan memastikan di dalam tubuh seseorang ada COVID-19 atau tidak.

Baca Juga :  Tahun Ajaran Baru, Siswa di Jabar Masih Belajar dari Rumah

“Jadi yang hasil rapid testnya positif akan dilanjut dengan pemeriksan swab di Puslitbangkes untuk memastikannya,” ucapnya.

Sebab, orang yang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil rapid test, tidak menjamin dihasil swabnya pun positif. Hal itu seperti kasus yang terjadi di Kabupaten Sukabumi.

“Jadi salah satu pasien di RSUD Sekarwangi ini berdasarkan hasil rapid test positif, namun hasil laboratorium Puslitbangkes berdasarkan tes swab tidak terkonfirmasi Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, pria yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi ini mengingatkan masyarakat agar tidak salah menggunakan cairan penyemprot dalam membasmi COVID-19 sebab terdapat dua cairan yang digunakan untuk membasmi COVID-19. “Ada cairan disinfektan dan antiseptik. Ke dua cairan ini memiliki peran yang berbeda,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Sukabumi Optimis WTP Ke Enam Kali Berturut-Turut

Disinfektan berfungsi untuk membunuh mikroorganisme di benda mati. Termasuk barang dan bahan bahan yang sering kontak dengan manusia. “Kalau untuk manusia, pakai antiseptik. Sebab fungsinya untuk membunuh mikroorganisme di permukaan kulit,” pungkasnya.

RED

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here