Infokowasi.com – Ketua Paguyuban UMKM Kecamatan Parungkuda, Dimas Mulyono, yang diberi nama “KOIN Mentari”. Dalam perbincangan memaparkan program, kontribusi, serta arah gerak paguyuban dalam memperkuat pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Parungkuda.
Paguyuban KOIN Mentari yang berbasis di Kecamatan Parungkuda secara resmi telah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari kecamatan sejak tahun 2025. Namun demikian, Dimas menjelaskan bahwa aktivitas dan pergerakan paguyuban sejatinya telah berjalan sejak 2018, ujarnya.
“Secara administratif kami sah sejak 2025, tetapi gerakan pendampingan dan kolaborasi antar pelaku UMKM sudah kami lakukan sejak 2018,” ujar Dimas dalam wawancaranya, pekan ini.
Saat ini, KOIN Mentari memfokuskan program pada pendampingan sertifikasi halal dan pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB). Program ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, ulasnya.
Menurut Dimas, masih banyak pelaku UMKM yang membutuhkan pendampingan teknis dalam proses sertifikasi dan legalitas. Karena itu, paguyuban hadir sebagai jembatan antara pengusaha kecil dengan pemerintah maupun lembaga terkait, tutur Dimas.
“Kami ingin memastikan para pelaku UMKM di Parungkuda memiliki legalitas yang lengkap, termasuk sertifikasi halal dan NIB. Ini penting agar usaha mereka bisa naik kelas dan lebih dipercaya pasar,” tentunya dinas Koperasi UKM bisa membimbing dan memberi pelatihan kedepanya, jelas Dimas.
Dalam kesempatan tersebut, Dimas juga menyoroti dampak positif hadirnya exit tol di wilayah Parungkuda. Ia menilai keberadaan akses tol membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM karena turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Produk-produk UMKM Parungkuda kini mulai dipasarkan di sejumlah toko yang berada di sekitar kawasan exit tol. Hal ini membuka peluang pasar baru sekaligus meningkatkan visibilitas produk lokal.
“Exit tol memberikan efek ekonomi yang nyata. Produk UMKM kami kini bisa menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk para pengguna jalan tol,” tambahnya.
Di akhir perbincangan, Dimas menyampaikan pesan dan harapan kepada seluruh pelaku UMKM di wilayahnya agar terus meningkatkan kualitas produk, menjaga konsistensi usaha, serta tidak ragu mengurus legalitas.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan pemerintah, baik dari pemerintah desa maupun kecamatan, yang selama ini mendukung keberlangsungan program dan kegiatan paguyuban.
“Terima kasih atas dukungan dari pemerintah desa dan kecamatan. Kami berharap sinergi ini terus terjalin agar UMKM Parungkuda semakin maju dan mandiri,” pungkasnya.









