Infokowasi.com – Dalam rangka menjaring dan mengembangkan bakat serta keterampilan siswa berkebutuhan khusus, sebanyak 12 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Sukabumi – terdiri dari 3 SLB Negeri dan 9 SLB Swasta – mengikuti ajang O2SN-PDBK (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional untuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus), FLS2N-PDBK (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional untuk PDBK), dan LKSN-PDBK (Lomba Keterampilan Siswa Nasional untuk PDBK) tingkat kabupaten tahun 2025.
Tiga ajang bergengsi ini dilaksanakan serentak mulai 15 April hingga akhir Mei 2025, dengan jadwal sebagai berikut:
• O2SN-PDBK: 15 April – 31 Mei 2025
• FLS2N-PDBK: 15 April – 10 Mei 2025
• LKSN-PDBK: 15 April – 1 Juni 2025
Kegiatan ini mempertandingkan total 33 cabang lomba, yang meliputi:
• 8 cabang olahraga dalam O2SN,
• 16 cabang seni dalam FLS2N,
• 9 cabang keterampilan dalam LKSN.
Jenis lomba yang diselenggarakan sangat beragam, mulai dari menyanyi solo, olahraga (seperti atletik, bulutangkis, bocce), mewarnai, fashion show, pantomim, membuat hantaran, membuat komik digital, dan masih banyak lagi.
Tiap ajang mengusung tema inspiratif:
• O2SN-PDBK: “Sinergi Inovatif dan Kreatif untuk Mengembangkan Talenta Olahraga Hebat Berkarakter”
• FLS2N-PDBK: “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”
• LKSN-PDBK: “Talenta Vokasi Memajukan Bangsa”
Tema-tema tersebut menjadi landasan semangat dalam mengembangkan potensi siswa tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter, kemandirian, kreativitas, dan keterampilan vokasi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi, tetapi juga menjadi ruang kolaboratif antara siswa, guru, dan sekolah untuk terus mengembangkan pendidikan inklusif yang berkeadilan. Melalui kompetisi ini, para peserta menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi dan berkarya. Para juara dari tingkat kabupaten akan melanjutkan perjuangannya sebagai wakil Kabupaten Sukabumi di ajang tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ali Fudholy, S.Pd., selaku Bagian Kesiswaan SLB Negeri Handayani, mengungkapkan, “Program ini memberikan motivasi besar kepada anak-anak untuk lebih percaya diri dan semangat meraih cita-cita. Mereka merasa dihargai dan diberi ruang untuk berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing.”
Dengan dukungan dari Dinas Pendidikan, para guru pendamping, orang tua, serta masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong lahirnya generasi yang tangguh, kreatif, dan mandiri, serta membuka jalan bagi pendidikan inklusif yang lebih maju di Kabupaten Sukabumi. (Robi)









