Sukabumi, Tradisi Jamaah Masjid Jami Al-Huda Cibogo Setiap Hari Raya

Sukabumi, Tradisi Jamaah Masjid Jami Al-Huda Cibogo Setiap Hari Raya

Infokowasi.comMasjjd Jami Al-Huda terletak di Kampung Cibogo RT 22 RW 7 Desa Cijulang Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi, sangat meriah setiap pelaksanaan hari besar keagamaan, bergotongroyong bekerjasama, sehingga acara dan kegiatan pun selalu berjalan lancar.

Demikian pula setiap pelaksanaan Hari Raya, baik pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri maupun Hari Raya Idul Adha. Seperti halnya hari ini, nampak ceria berseri bercengkrama.

Sukabumi, Tradisi Jamaah Masjid Jami Al-Huda Cibogo Setiap Hari Raya

Sebuah tradisi pun terukir disetiap hari lebaran tersebut, usai pelaksanaan Shalat Id berjamaah, jamaah masjid dengan jumlah sekitar 40 kepala keluarga, tidak beranjak pulang ke rumah. Kebiasaan turun temurun dimiliki warga dan tidak usang oleh waktu, tidak pernah lekang oleh masa. Setelah dipanjatkan do’a, seluruh jamaah dengan penuh suka cita bersama-sama menyantap makanan di teras masjid.

Baca Juga :  PSBB DKI Jakarta Diperpanjang, Ketua DPRD DKI : "Masih Banyak Pelanggaran, Perlu Upaya Preventif"

 

Berbagai jenis olahan Hari Raya tersedia, usai dipersiapkan para Ibu sebelumnya. Opor ayam, sambal goreng, nasi merah, nasi putih, air teh panas menjadi sajian khas warga Cibogo saat “botram”.

Terlukis keharmonisan serta kerukunan, tiada keluh kesah berbaur bersatu menyambut gembira Hari Raya, sungguh kekuasaan Illahi kesempatan berkumpul bersama sambil mencicipi olahan lebaran, yang tidak bisa setiap hari terjadi terhalang aktivitas masing-masing.

Sukabumi, Tradisi Jamaah Masjid Jami Al-Huda Cibogo Setiap Hari Raya

Deden Suherman salah satu warga Cibogo juga sebagai Jamaah Masjid Al-Huda menuturkan, kebiasan tersebut memang sudah berlangsung sejak dahulu kala, menurutnya sejak dirinya ingat, kegiatan tersebut sudah ada.

Baca Juga :  Purna Kursus Mahir Tingkat Lanjutan Angkatan 2012 Adakan Reuni di Kecamatan Gegerbitung

Bahkan Deden menjelaskan bahwa dulu, kegiatan makan bersama seperti ini, bukan hanya dilakukan setelah pelaksanaan shalat Idul Fitri atau Idul Adha saja, melainkan setiap Hari Jum’at usai berjamaah shalat Jum’at pun dilaksanakan.

“ini semua dilakukan sebagai simbol keberkahan dan rasa syukur warga terhadap Sang Pencipta atas segala kenikmatan pemberian-Nya”, ucap Deden, “mudah-mudahan kebiasaan ini tidak terhenti, terus berlangsung untuk mengikat silaturahmi serta kebersamaan,” pungkas Deden.

Memang tiada salahnya setiap kebiasaan nenek moyang, yang tidak bertentangan dengan norma, seyogyanya dipertahankan, dan menjadi kearifan lokal dengan kebaanggan tersendiri.

Baca Juga :  Situasi Terkendali, RSHS Bandung Siap Buka Layanan Kesehatan Non-COVID-19

Laporan : Robi Sugara

Editor     : Yudi

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here