Tak Lama Bebas Berkat Asimilasi, Napi Ini Kembali Dijebloskan Ke Penjara

Tak Lama Bebas Berkat Asimilasi, Napi Ini Kembali Dijebloskan Ke Penjara

Wajo, infokowasi.com – “Diberi hati minta jantung,” kiranya itu pribahasa yang tepat untuk Rudi Hartono narapidana (napi) yang baru saja mendapatkan hadiah pembebasan akibat dampak Covid-19 di Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui program asimilasi yang diberikan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Belum lama dia dapat menghirup udara bebas, Rudi terpaksa dijebloskan kembali ke balik jeruji. Pasalnya, dia kembali coba melakukan pencurian di rumah warga. Nahas bagi Rudi, untuk kesekian kalinya Rudi kembali dicokok petugas saat hendak melancarkan aksinya tersebut karena dipergoki oleh pemilik rumah sebagai calon korbannya dan tertangkap tangan oleh warga.

Baca Juga :  Kodam XVIII/Kasuari Gelar Sidang Jabatan Perwira Golongan V Hingga VIII

“Iya dia baru keluar, itu kan programnya Kemenkum HAM kan, terus dia berulang. Dia mencoba mencuri lagi di rumah warga, terus tertangkap,” ujar Kasat Reskrim Polres Wajo AKP Bagas Sancoyoning, seperti dikutip dari detikcom, Rabu (8/4/2020).

Bagas mengatakan Rudi tertangkap tangan oleh warga sedang mencoba mencuri di rumah milik tetangganya di Dusun Ulugalung Timur, Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Wajo, sekitar pukul 06.30 Wita, pagi tadi. Aksi Rudi juga diketahui pemilik rumah.

“Yang bersangkutan berusaha melakukan pencurian namun ketahuan oleh pemilik rumah sehingga pemilik rumah berteriak,” ujar Bagas.

Baca Juga :  Cegah COVID-19, 123 WBP Lapas Warungkiara Segera Diasimilasi

“Selanjutnya, masyarakat sekitar berkumpul mengepung pelaku dan melemparinya dengan batu di mana saat itu pelaku berada di atap WC milik korban,” terang Bagas.

Sebelum tertangkap, kata Bagas, Rudi juga sempat berusaha memasuki rumah milik warga pada Selasa (7/4/2020). Namun saat itu Rudi berhasil melarikan diri saat aksinya diketahui oleh pemilik rumah.

“Ya 2 kali. Kemarin ndak sampai mencuri, ketahuan jadi langsung kabur. Tadi pagi juga begitu,” ujar Bagas.

Akibat perbuatannya, Rudi Hartono kembali dijebloskan ke penjara. Dia diserahkan ke pihak Lapas Kelas II B Sengkang.

Baca Juga :  Operasi Patuh Lodaya, Polres Purwakarta Jaring 30 Motor, 10 SIM dan 42 STNK

“Narapidana tersebut diserahkan kembali ke pihak rutan Kelas II B atas permintaan masyarakat karena dia telah berbuat keresahan. Sehingga narapidana ini kembali menjalani sisa masa hukuman yang akan dijalani kembali sampai tahun 2022,” pungkas Bagas.

Laporan : Iwa Kuswara
Editor : Yossy Suryadi

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here